
Ilustrasi driver ojek online. Dilema driver ojol perempuan di tengah ancaman pelecehan. (Dokumentasi JawaPos.com)
JawaPos.com - Bagi sebagian driver online (ojol) perempuan, ancaman pelecehan seksual bukan sekedar kekhawatiran, tetapi pengalaman pahit yang kerap mereka hadapi saat mengais rezeki di lapangan.
Masih terekam jelas di ingatan Retno, 40, bukan nama sebenarnya, saat seorang penumpang laki-laki yang ia antar tiba-tiba mencuri kesempatan untuk menyentuh pahanya, tanpa permisi.
"Waktu itu saya ngerem mendadak, terus badan penumpang terhuyung ke depan, tetapi setelah itu kok dia nggak mundur, malah makin maju seperti sengaja," tutur Ningsih di sela-sela mengikuti demo di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Selasa (20/5).
Tidak terima dan merasa risih dengan tindakan penumpang, ibu dua anak ini sontak menghentikan laju kendaraannya dan tak segan untuk menurunkan penumpang laki-laki tersebut di tengah jalan.
"Pak turun sekarang, saya bilang. 'Panjenengan gak sopan'. Saya masih halus bilangnya karena saya menghargai dia (sebagai penumpang). Saya gak mau, (saya minta bapak) turun, gak usah dibayar," ucapnya menceritakan.
Setelah menurunkan penumpang, Ningsih pun langsung tancap gas meninggalkannya. Ia tidak takut kehilangan ongkos antar maupun mendapat rating (penilaian) jelek dari penumpang. Baginya, keamanan diri jauh lebih utama.
"Saya gak ngurusi itu. Kalau dia (penumpang yang sengaja menyentuh pahanya) memberikan rating gitu (jelek) ya gak papa, saya kan bisa banding ke kantor," seru Ningsih yang sehari-hari berprofesi sebagai guru sekolah dasar (SD).
Pengalaman serupa juga dialami oleh ojol perempuan lain, Ningsih, 48 tahun, bukan nama sebenarnya. Ia menyebut keamanan ojol perempuan di jalanan rawan menjadi korban pelecehan seksual penumpangnya sendiri.
"Kalau boleh kita mengadu, customer cowok bisa seperti itu (melakukan pelecehan) ke driver cewek. Makanya balik lagi, bukan berarti customer cewek selalu dilecehkan driver cowok," tutur Ningsih.
Bukan sekali dua kali, Ningsih menyebut kerap mengantar customer laki-laki yang melakukan modus lama. Menempelkan badan ke punggung Ningsih hingga menyentuh pahanya tanpa permisi.
"Makanya saya katakan, dibilang aman ya aman, gak aman ya gak aman, tergantung konteksnya. Saya beberapa kali dapat customer cowok, dibonceng malah merosot-merosot terus, bukan porno ya, memang pengalaman," keluhnya.
Untungnya, aplikasi transportasi online tempat ia bekerja kini memiliki program prioritas perempuan, yang mengutamakan agar penumpang perempuan mendapat driver sesama perempuan.
"Makanya kenapa sekarang ada prioritaskan perempuan, karena itu tadi mungkin di media sosial juga ramai isu pelecehan. Bukan semua driver loh ya, tapi oknum," seru Ningsih yang sudah 8 tahun menjadi ojol.
Meski tindakan pelecehan seksual terhadap ojol perempuan masih terjadi di lapangan, baik Ningsih maupun Retno memilih tidak melaporkan kepada aplikator maupun pihak berwajib.
"Customer cowok itu banyak yang melakukan pelecehan ke driver cewek. Tetapi saking nggak terekspos, bukti juga kita nggak ada. Masa mereka pas mereka mau pegang kita, terus kita sengaja foto, mungkin gak? gak kober (sempat)," tukas Ningsih.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
