Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Maret 2025 | 23.59 WIB

Bukan Sekadar Hemat! Begini Cara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Memaksimalkan Anggaran

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan sekadar menghemat. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan sekadar menghemat. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi kembali menegaskan bahwa Efisiensi Anggaran, sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, tidak berdampak negatif terhadap fiskal Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya).

Menurut Eri, efisiensi anggaran bukan sekadar penghematan, melainkan upaya mengelola pengeluaran secara optimal agar dapat meningkatkan pemasukan yang lebih besar. Hal ini masih disalahartikan oleh masyarakat.

"Jangan melihat berapa yang saya keluarkan, tetapi berapa yang saya dapatkan. Misal saya membuat kegiatan yang menghabiskan anggaran Rp 200 Juta. Dari situ, UMKM bergerak, hotel terisi, dan income misalnya Rp 2 Miliar, berarti kan untung," tutur Eri di Surabaya, Kamis (6/3).
 
Baca Juga: Kampung di Pesisir Pantai Sederhana Bekasi Terancam Lenyap dalam 5 Tahun Kedepan Akibat Abrasi

Oleh karena itu, efisiensi anggaran bagi eri adalah momentum bagi para kepala daerah untuk unjuk kemampuan mengelola keuangan. Bagaimana memanfaatkan anggaran sekecil mungkin untuk mendapatkan pemasukan sebesar mungkin.

"Jadi sekarang pintar-pintarnya kepala daerah untuk melakukan efisiensi anggaran, bukan justru menghilangkan kegiatan," imbuh eri yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus APEKSI.

Karena itu, jika suatu pemerintah daerah memilih untuk menyelenggarakan kegiatan apa pun demi menghemat anggaran, maka anggaran yang dimiliki akan stagnan karena perputaran ekonominya menurun.
 
Baca Juga: Usai Robek Gawang Feyenoord di Liga Champions, Bomber Inter Milan Lautaro Martinez Putuskan Perpanjangan Kontrak Baru I Nerazzurri

"Kalau misalnya anggaran RP 200 Juta gak kita buat kegiatan, ya uang kita hanya 200 Juta itu. Tetapi kalau kita gunakan untuk buat kegiatan dan kita dapat Rp 2 Miliar, maka ada pemasukan Rp 1,8 Miliar. Itu yang saya lakukan," tandas Eri.

Sebelumnya, melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto melakukan penghematan APBN sebesar Rp 306,69 Triliun. Anggaran Transfer ke Daerah (TKD) pun dipangkas sebesar Rp 5O,5 Triliun.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore