Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Mei 2023 | 02.21 WIB

Pemkot Surabaya Beri Pendampingan ke Siswi Korban Pemerkosaan

ILUSTRASI. Kekerasan seksual. - Image

ILUSTRASI. Kekerasan seksual.

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan perhatian penuh kepada korban kekerasan seksual yang saat ini masih menempuh pendidikan sekolah menengah pertama di Kota Surabaya.

Pemkot Surabaya fokus pada proses pemulihan pasca trauma korban. Pemkot juga sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dalam memberikan pendampingan hukum.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surabaya Ida Widayati mengatakan, setelah mendapatkan informasi tentang kasus tersebut pada Rabu (26/4), pihaknya langsung mendampingi korban di RS Bhayangkara saat sedang proses visum.

”Korban saat ini tengah mengandung 5 bulan menuju 6 bulan. Kami juga memberikan pendampingan pada proses hukum, serta sudah koordinasi dengan Polrestabes dan sudah mulai bergerak. Pada Jumat (28/4), ibu korban sudah di-BAP oleh Polrestabes,” kata Ida.

Ida menjelaskan, Pemkot Surabaya menaruh perhatian penuh kepada korban. Usai menjalani proses visum, korban langsung dirujuk ke RSUD Soewandhie. Sebab, korban harus menjalani penanganan medis berupa operasi karena mengalami infeksi.

”Sudah ditangani, saat ini korban dalam masa pemulihan, biarkan tenang terlebih dahulu setelah operasi. Setelah itu baru kita masuk pada pendampingan psikologisnya,” jelas Ida.

Selain itu, Ida juga menawarkan Rumah Aman sementara untuk ditinggali bagi keluarga korban. Yakni rumah dinas milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. Hal itu dilakukan agar memudahkan pihaknya dalam memberikan pengawasan, serta intervensi yang dibutuhkan. Namun, sang ayah menolak tawaran tersebut dan memilih untuk menyewa kos.

”Agar mereka bisa merasa tenang dan aman sesuai dengan arahan Ibu Asisten 3, kita diminta berkoordinasi dengan Dinkes agar tempat tersebut dipakai sementara. Sudah kita siapkan, kita bersihkan, tempat tidur, listrik juga sudah kita isi, tetapi bapaknya tidak berkenan dan memilih kos,” ungkap Ida.

Oleh sebab itu, pihaknya berupaya melakukan pendekatan untuk merayu keluarga korban agar bersedia menempati Rumah Aman sementara waktu. Sedangkan untuk pendampingan psikologis korban, pihaknya siap memberikan pendampingan setiap hari.

”Sebab, kondisi saat ini korban masih trauma berat, serta ketakutan karena tidak bisa melanjutkan sekolah. Serta kami masih berusaha merayu keluarga korban untuk tinggal di Rumah Aman agar tidak mengeluarkan biaya untuk menyewa kos,” ujar Ida.

Meski begitu, Ida mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh untuk menyiapkan formula metode maupun pola pembelajaran yang tepat bagi korban.

”Beliau memastikan untuk memfasilitasi metode belajar yang sesuai agar korban tetap bisa bersekolah, baik pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun home visit agar hak anak tetap terpenuhi,” ungkap Ida.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore