Kontroversi lagu
JawaPos.com - Lagu 'Bayar Bayar Bayar' karya Sukatani, bank punk asal Purbalingga, Jawa Tengah menuai pro dan kontra di masyarakat. Bahkan, lagu berisi kritikan terhadap oknum aparat kepolisian itu viral di media sosial.
Kontroversi dimulai ketika personel band Sukatani memutuskan untuk menarik lagu 'Bayar Bayar Bayar' dari semua platform dan menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolri dan institusi Polri.
Permohonan maaf itu disampaikan oleh kedua personel Sukatani, Syifa Al Lufti (Alectroguy) dan Novi Citra (Twister Angel) melalui akun instagram resminya, tidak lama setelah lagu 'Bayar Bayar Bayar' viral.
"Melalui pernyataan ini, saya telah menarik dan mencabut lagu ciptaan kami dengan judul Bayar Bayar Bayar," tutur Electroguy dalam unggahan video Instagram beberapa hari lalu. Alih-alih mereda, klarifikasi yang dilakukan Sukatani justru membuat publik semakin gempar.
Pakar Budaya Universitas Airlangga, Puji Karyanto turut menyayangkan penarikan lagu 'Bayar Bayar Bayar' karya Sukatani. Kejadian ini menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi dalam dunia seni belum sepenuhnya terwujud.
“Pernyataan maaf oleh band Sukatani justru menjelaskan hal yang sebaliknya, bahwa pernyataan tersebut didasari adanya tekanan dari pihak lain,” tutur Puji di Surabaya, Rabu (26/2).
Menurutnya, lagu 'Bayar Bayar Bayar' Sukatani seharusnya mendapat apresiasi, karena mengandung kritik dan bertujuan mengangkat masalah sosial di lingkungan sosial, yakni oknum polisi yang melanggar hukum.
Dosen di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair itu menekankan bahwa tidak ada batasan khusus dalam kebebasan berekspresi yang tertuang pada suatu karya seni. Semua alternatif ekspresi seni itu dimungkinkan.
"Tetapi perlu kita pahami bahwa seni merupakan entitas yang tidak bisa berdiri sendiri di sebuah ruang kebudayaan, melainkan terikat dengan norma dan etika yang berlaku pada ruang kebudayaan masyarakat setempat,” tandas Puji. (*)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
