Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Januari 2025 | 01.48 WIB

Program Makanan Bergizi Gratis di MAN Surabaya: Antusiasme Tinggi dengan Beberapa Catatan Evaluasi

 

Siswa MAN Surabaya menikmati sajian MBG pada hari ke-5. (Istimewa)



 
JawaPos.com-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Surabaya telah memasuki hari kelima pelaksanaannya. Program ini disambut dengan penuh antusias oleh para siswa. Kepala MAN Surabaya, Fathorrahman, mengungkapkan bahwa program tersebut berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi siswa-siswi.
 
 
"Syukur Alhamdulillah, selama lima hari pelaksanaan, program ini berjalan dengan baik. Anak-anak sangat menikmati makanan yang disediakan," ungkapnya, Jumat (17/1).
 
Setiap pagi, makanan untuk program MBG tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Makanan tersebut kemudian disusun dan disiapkan untuk didistribusikan pada istirahat pertama sekitar pukul 10.00 WIB. Proses distribusi dilakukan menggunakan kontainer plastik atau boks khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelas. 
 
"Setiap kontainer memuat makanan untuk seluruh siswa di kelas, biasanya antara 30 hingga 34 porsi. Perwakilan kelas bertugas mengambil kontainer ini dan membagikannya kepada teman-temannya," jelas Fathorrahman, yang akrab disapa Fathur.
 
Sebanyak 1.218 siswa menerima manfaat dari program ini setiap harinya. Menu yang disajikan beragam, seperti pada hari kelima ini yang terdiri dari ayam goreng tepung, sayur kacang panjang dengan jagung, nasi putih, dan buah salak. Susu hanya disediakan satu kali, yakni pada hari ketiga pelaksanaan.
 
Sebelum program dimulai, pihak sekolah telah mengumpulkan data terkait alergi makanan. "Alhamdulillah, tidak ada siswa yang memiliki alergi makanan, dan selama lima hari ini, tidak ada keluhan baik dari siswa maupun orang tua," tambah Fathur.
 
Meskipun secara keseluruhan program berjalan dengan baik, ada beberapa evaluasi yang dicatat. Salah satunya adalah masalah pengemasan pada hari pertama, di mana makanan diikat dengan tali rafia. Hal ini menyebabkan lima porsi makanan terjatuh karena ikatan yang kurang aman. Namun, masalah ini langsung diatasi dengan mengganti tali rafia menjadi kontainer plastik untuk memastikan keamanan makanan.
 
Selain itu, terjadi satu kali kejadian di mana menu makanan tidak dilengkapi buah akibat kesalahan dalam pengisian. Namun, secara umum variasi menu dinilai sudah cukup memadai dan memenuhi kebutuhan gizi siswa.
 
Tanggapan siswa pun sangat positif. Sebagian besar siswa menyukai makanan yang disediakan. "Siswa perempuan merasa porsi makanan sudah pas, namun siswa laki-laki menganggapnya sedikit kurang. Meski demikian, mereka tetap bisa membeli tambahan makanan di kantin pada saat istirahat kedua," jelas Fathur.
 
Program MBG juga memengaruhi aktivitas kantin sekolah. Penjualan nasi di kantin memang sedikit berkurang, tetapi kantin tetap ramai pada istirahat kedua untuk pembelian minuman dan camilan. "Kami berencana berdiskusi dengan pengelola kantin minggu depan untuk mencari solusi terbaik yang saling menguntungkan," tambahnya.
 
Fathur berharap program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang maksimal. "Anak-anak terlihat lebih semangat, kebutuhan gizinya terpenuhi, dan mereka lebih fokus dalam belajar. Semoga program ini dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan di MAN Surabaya," paparnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore