JawaPos.com - Wacana penghapusan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), disambut suka cita oleh berbagai kalangan masyarakat. Tak terkecuali wali murid di Kota Surabaya.
Seperti Julian Romadhon, warga Dukuh Kupang Surabaya itu mengaku setuju dengan rencana pemerintah menghapus sistem zonasi PPDB. Dengan cara ini, menurut Julian kualitas siswa akan kembali terjaga.
"Karena adanya zonasi ini akhirnya kualitas siswa berkurang. Arek (anak, Red) yang pintar bisa-bisa nggak sekolah di negeri karena kehilangan sistem zonasi," tutur Julian kepada JawaPos.com, Kamis (5/12).
Padahal banyak siswa yang bersusah payah mendapatkan nilai tinggi agar diterima di sekolah favorit. Eh, jerih payahnya tidak ternilai hanya karena jarak rumah ke sekolahnya kalah dekat.
"Jadinya kan kasihan yang rajin belajar. Gara-gara zonasi, nggak ada lagi itu sekolah favorit. Semua sama. Akhirnya, semangat belajar anak menurun karena kurang pemicunya," imbuh ayah dari satu anak ini.
Hal senada dikatakan oleh Evi Kurnia. Ia gembira saat mendengar kabar sistem zonasi PPDB akan dihapus. Bagaimana tidak, anak perempuannya sudah mencicipi bagaimana sistem zonasi bekerja.
Evi bercerita bahwa anaknya baru saja diterima salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri di daerah Pakis melalui jalur zonasi. Namun, sekolah tersebut bukan inceran buah hatinya.
"Sebenarnya gak pengen di situ. Tapi ya karena kalah umur dan jarak, mau gak mau terpaksa daftar di sekolah itu," tutur warga Putat Jaya Surabaya itu kepada JawaPos.com, Kamis (5/12).
Sepakat dengan Julian, Evi juga menilai adanya sistem zonasi ini menghapus gelar favorit sebuah sekolah. Padahal dengan adanya gelar itu, para siswa berlomba-lomba agar diterima di sekolah incaran.
"Kalau ditanya setuju atau tidak, saya setuju sekali. Jadi biar kaya dulu, anak-anak termotivasi belajar biar diterima di sekolah negeri favoritnya," ujar Evi.
Sebelumnya, penghapusan sistem zonasi dalam PPDB bukan sebuah wacana baru. Wacana ini kembali menyeruak setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta sistem zonasi dihilangkan.
"Kemarin pada waktu rakor dengan para-para kepala dinas pendidikan itu saya sampaikan secara tegas ke pak menteri pendidikan. Pak ini zonasi harus dihilangkan," tukas Gibran baru-baru ini. (*)