Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 November 2024 | 20.07 WIB

KPU Surabaya Waspadai Tikus Masuk Kotak Suara, Logistik Pilkada Dikemas dalam Plastik Berlapis

Anggota Polsek Wonokromo Aiptu Adi S. berjaga di depan Gelora Pancasila yang digunakan untuk menyimpan logistik pilkada. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS) - Image

Anggota Polsek Wonokromo Aiptu Adi S. berjaga di depan Gelora Pancasila yang digunakan untuk menyimpan logistik pilkada. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

JawaPos.com – Pemungutan suara ulang (PSU) menjadi momok yang dihindari dalam setiap pelaksanaan pemilihan umum, termasuk pilkada. KPU Surabaya telah menyiapkan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan teknis penyelenggaraan agar potensi PSU ditekan sekecil mungkin.

Pada pemilu Februari lalu, ada sepuluh TPS di Surabaya yang harus PSU. Penyebabnya, antara lain, surat suara tertukar, pemilih yang masuk daftar pemilih tambahan (DPTb) diberi surat suara yang bukan haknya, serta ada pemilih yang menggunakan hak pilih orang lain (selengkapnya lihat grafis).

Kordiv KPU Surabaya Naafilah Astri Swarist mengatakan, adanya PSU pada pilpres dan pileg lalu memang menjadi pelajaran untuk menyiapkan pilkada serentak yang lebih matang. Bila sebelumnya ada surat suara untuk pemilihan presiden, DPR, DPRD provinsi, DPRD kota, dan DPD, sekarang hanya ada dua.

”Sekarang hanya ada pilgub dan pilwali sehingga potensi surat suara tertukar lebih minim,’’ papar Fila, sapaan akrab Naafilah Astri Swarist, kemarin (24/11).

Terkait pemilih DPTb, mereka baru bisa mencoblos mulai pukul 11.00. Kecuali bila sangat terpaksa seperti tenaga kesehatan yang harus berangkat pagi. Sebelumnya, DPTb bebas memilih jam. Sedangkan warga yang masuk daftar pemilih khusus (DPK) baru bisa mencoblos pukul 12.00.

Pengaturan jam kedatangan itu juga bertujuan memudahkan petugas KPPS membedakan antara pemilih DPT, DPTb, dan DPK. Pemilih DPK maupun DPTb bisa mendapatkan haknya sesuai ketersediaan surat suara di TPS.

Misalnya, di TPS A ternyata kehadiran sesuai DPT mencapai 100 persen dan tidak ada surat suara sisa.

Maka, mereka bisa beralih ke TPS terdekat dari lokasi awal. ”Sepanjang masih di wilayah kelurahan tempat domisilinya, mereka masih bisa memilih,” jelasnya.

Pengemasan Logistik Berlapis

Ketua KPU Surabaya Soeprayitno menyebutkan, hingga kemarin (24/11) pihaknya telah menyelesaikan distribusi logistik dari gudang KPU Surabaya ke gudang kecamatan. Dia memastikan, atap gudang logistik di tiap kecamatan tidak bocor dan tidak ada potensi masuknya luapan air karena banjir.

”Bahkan terbebas dari potensi masuknya hama tikus. Kami rasa semua wilayah sudah menjalankannya,’’ kata Nano, sapaannya.

Packing masing-masing logistik juga berlapis. ”Logistik yang ada di dalam kotak suara seperti surat suara dan lainnya, kami kemas dalam plastik. Lalu, kotak suara kami bungkus lagi dengan plastik. Jadi aman,’’ terangnya.

Kabagops Polrestabes Surabaya AKBP Wibowo menyatakan, pengamanan logistik pilkada di kecamatan dilaksanakan petugas Polri, TNI, dan satpol PP. Penjagaan 24 jam. ”Jadi, petugas yang menjaga bergantian,’’ jelasnya.

Wibowo memastikan pola pengamanan sudah disiapkan dengan matang. Total terdapat 906 personel gabungan yang dikerahkan. ”Fokus dari proses awal sampai akhir, termasuk pengawalan kotak suara, sudah disiapkan,’’ ungkapnya.

Turunkan Semua Peraga Kampanye

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore