
Anggota Polsek Wonokromo Aiptu Adi S. berjaga di depan Gelora Pancasila yang digunakan untuk menyimpan logistik pilkada. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
JawaPos.com – Pemungutan suara ulang (PSU) menjadi momok yang dihindari dalam setiap pelaksanaan pemilihan umum, termasuk pilkada. KPU Surabaya telah menyiapkan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan teknis penyelenggaraan agar potensi PSU ditekan sekecil mungkin.
Pada pemilu Februari lalu, ada sepuluh TPS di Surabaya yang harus PSU. Penyebabnya, antara lain, surat suara tertukar, pemilih yang masuk daftar pemilih tambahan (DPTb) diberi surat suara yang bukan haknya, serta ada pemilih yang menggunakan hak pilih orang lain (selengkapnya lihat grafis).
Kordiv KPU Surabaya Naafilah Astri Swarist mengatakan, adanya PSU pada pilpres dan pileg lalu memang menjadi pelajaran untuk menyiapkan pilkada serentak yang lebih matang. Bila sebelumnya ada surat suara untuk pemilihan presiden, DPR, DPRD provinsi, DPRD kota, dan DPD, sekarang hanya ada dua.
”Sekarang hanya ada pilgub dan pilwali sehingga potensi surat suara tertukar lebih minim,’’ papar Fila, sapaan akrab Naafilah Astri Swarist, kemarin (24/11).
Terkait pemilih DPTb, mereka baru bisa mencoblos mulai pukul 11.00. Kecuali bila sangat terpaksa seperti tenaga kesehatan yang harus berangkat pagi. Sebelumnya, DPTb bebas memilih jam. Sedangkan warga yang masuk daftar pemilih khusus (DPK) baru bisa mencoblos pukul 12.00.
Pengaturan jam kedatangan itu juga bertujuan memudahkan petugas KPPS membedakan antara pemilih DPT, DPTb, dan DPK. Pemilih DPK maupun DPTb bisa mendapatkan haknya sesuai ketersediaan surat suara di TPS.
Misalnya, di TPS A ternyata kehadiran sesuai DPT mencapai 100 persen dan tidak ada surat suara sisa.
Maka, mereka bisa beralih ke TPS terdekat dari lokasi awal. ”Sepanjang masih di wilayah kelurahan tempat domisilinya, mereka masih bisa memilih,” jelasnya.
Pengemasan Logistik Berlapis
Ketua KPU Surabaya Soeprayitno menyebutkan, hingga kemarin (24/11) pihaknya telah menyelesaikan distribusi logistik dari gudang KPU Surabaya ke gudang kecamatan. Dia memastikan, atap gudang logistik di tiap kecamatan tidak bocor dan tidak ada potensi masuknya luapan air karena banjir.
”Bahkan terbebas dari potensi masuknya hama tikus. Kami rasa semua wilayah sudah menjalankannya,’’ kata Nano, sapaannya.
Packing masing-masing logistik juga berlapis. ”Logistik yang ada di dalam kotak suara seperti surat suara dan lainnya, kami kemas dalam plastik. Lalu, kotak suara kami bungkus lagi dengan plastik. Jadi aman,’’ terangnya.
Kabagops Polrestabes Surabaya AKBP Wibowo menyatakan, pengamanan logistik pilkada di kecamatan dilaksanakan petugas Polri, TNI, dan satpol PP. Penjagaan 24 jam. ”Jadi, petugas yang menjaga bergantian,’’ jelasnya.
Wibowo memastikan pola pengamanan sudah disiapkan dengan matang. Total terdapat 906 personel gabungan yang dikerahkan. ”Fokus dari proses awal sampai akhir, termasuk pengawalan kotak suara, sudah disiapkan,’’ ungkapnya.
Turunkan Semua Peraga Kampanye

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
