
Lokasi tempat munculnya buaya. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
JawaPos.com - Kehadiran dua buaya air tawar berukuran tiga hingga empat meter di sungai yang menjadi perbatasan antara Desa Glagah Arum, Porong, dan Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, telah menimbulkan kegemparan di kalangan penduduk sekitar.
Keberadaan tiba-tiba kedua predator itu telah menjadi momok sejak setahun terakhir, bahkan buaya tersebut pernah mencoba menyerang hewan ternak milik warga.
Sebagaimana dimuat Radar Sidoarjo (JawaPos Grup), Sukardi, salah seorang penduduk setempat, sering kali melihat kedua buaya tersebut di sekitar sungai. Pada Rabu (20/3) sekitar pukul 16.25, dia menyaksikan dua ekor buaya tersebut bergerak dari sungai ke kolam ikan di dekat tanggul penahan lumpur.
"Saya sering mengetahui kemunculan dua buaya itu, pada Rabu (20/3) sekitar pukul 16.25 buaya itu bergeser dari sungai ke kolam ikan dekat tanggul penahan lumpur," kata pria berusia 60 tahun itu, Kamis (21/3).
Menurut Sukardi, warga menjadi resah karena kedua predator itu sering mengincar hewan ternak, termasuk anak kerbau miliknya. Meskipun demikian, hewan ternaknya belum pernah menjadi korban serangan buaya.
"Salah satunya anak kerbau milik saya. Tapi alhamdulillah belum sempat diterkam," imbuhnya.
Keberadaan kedua reptil tersebut sering berpindah-pindah tempat dan hampir setiap hari terlihat, terutama pada siang hari dan malam hari. Untuk menghadapinya, Sukardi melakukan kontrol pada kandang kerbau setiap malam antara pukul 21.00 hingga 23.00.
"Kadang siang dan malam yang paling sering menjumpai. Untuk mengantisipasinya, setiap malam pukul 21.00 sampai 23.00 saya kontrol kandang kerbau," jelasnya.
Sementara itu, Danru Tim Rescue Pos Kota BPBD Pemkab Sidoarjo, Shofyan Pandu Maulana Mas'ud, mengungkapkan bahwa timnya diminta untuk membantu evakuasi dua buaya yang telah membuat resah warga.
Setelah mendapat laporan, Tim Rescue Pos Kota BPBD Sidoarjo segera menuju lokasi. Namun, mereka mengalami kendala akibat tumbuhan liar yang sulit ditembus.
Shofyan berharap agar warga dapat bekerja sama dengan PPLS untuk membersihkan tumbuhan liar tersebut. Selanjutnya, mereka akan bekerja sama dengan BKSDA untuk mencari keberadaan kedua buaya yang telah mengganggu warga setempat.
"Kami masih kesulitan untuk menemukan keberadaan buaya tersebut. Kami harap warga dapat gotong royong seizin PPLS untuk membersihkan tumbuhan liar itu," imbuhnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
