Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Desember 2022 | 23.42 WIB

Capaian Investasi Cuma Rp 19 T, Pemkot Surabaya Dituntut Kerja Keras

PENDAPATAN DAERAH: Wilayah Surabaya disesaki bangunan gedung. Pajak bumi dan bangunan menjadi potensi pendapatan Pemkot Surabaya. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

PENDAPATAN DAERAH: Wilayah Surabaya disesaki bangunan gedung. Pajak bumi dan bangunan menjadi potensi pendapatan Pemkot Surabaya. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

JawaPos.com- Capaian investasi di Surabaya masih jauh dari target yang ditetapkan. Dewan pun mendesak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya untuk segera turun mencari penyebab rendahnya modal yang masuk itu.

Tahun ini pemkot menargetkan investasi sebesar Rp 36 triliun. Namun, hingga triwulan ketiga, investasi dalam negeri dan luar negeri yang masuk ke Kota Pahlawan baru separonya. Nilainya berkisar Rp 19 triliun.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Zuhrotul Mar’ah pesimistis target investasi bakal terpenuhi. Itu melihat capaian modal masuk pada triwulan ketiga yang baru Rp 19 triliun. ”Untuk mencapai Rp 36 triliun, tentu sangat berat. DPMPTSP harus bekerja keras,” ucapnya kemarin (30/11).

Rendahnya investasi itu tak hanya berdampak pada minimnya pendapatan daerah. Program pengurangan pengangguran juga ikut terganggu. Menurut Zuhrotul, investasi seharusnya bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru. ”Seharusnya investasi bisa menyerap tenaga kerja lokal,” terangnya.

Koordinator Promosi DPMPTSP Surabaya Hefli Syariffuddin optimistis target investasi bakal tercapai. Itu melihat perkembangan modal yang masuk. Menjelang tutup tahun, nilainya terus bertambah.

Hefli menyampaikan, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menjadi penyumbang paling besar penanaman modal dalam negeri (PMDN). Nilainya Rp 5,88 triliun. Sektor perhotelan dan restoran duduk di urutan kedua. Selama 2022, proyek hotel dan restoran berkembang pesat. Ada 236 proyek. Nilai investasi hotel dan restoran sebesar Rp 2,93 triliun.

Untuk penanaman modal asing (PMA), sektor perdagangan dan reparasi nilainya paling tinggi. Nilai investasinya yang masuk Rp 380 miliar. Menurut Hefli, hingga triwulan ketiga, investor asing yang menanamkan modalnya mencapai Rp 1,072 triliun.

Lebih lanjut, Hefli tak mempersoalkan rendahnya PMA. Menurut dia, tingginya angka PMDN menunjukkan perbaikan ekonomi. ’’Tingginya PMDN menunjukkan banyak tenaga kerja yang terserap,’’ katanya.

Sementara itu, Heri, salah seorang petugas klinik investasi DPMPTSP Surabaya, mengatakan bahwa dalam sehari dirinya bisa melayani 30–40 orang. Pemohon mengajukan beragam pelayanan. ”Mulai penerbitan izin berusaha hingga konsultasi wilayah mana yang prospek untuk dibuat investasi,’’ ujarnya.

---

UPAYA DPMPTSP GENJOT INVESTASI


  • Dari target Rp 36 T, capaian investasi Surabaya masih Rp 19 T.

  • Untuk mencapai target, DPMPTSP menyiapkan sejumlah upaya.

  • Datangi perusahaan untuk mengetahui kondisi di lapangan.

  • Gelar bimbingan teknis dengan para pengusaha untuk mempermudah pelaporan modal usaha (LKPM).

  • Memfasilitasi pelaku usaha/investor di Klinik Investasi.


Sumber: DPMPTSP Surabaya

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore