
Photo
JawaPos.com- Foto memang benda mati. Namun, sejatinya ia hidup. Menggerakkan. Foto dapat menjadi simbol pelepas kerinduan, sekaligus menciptakan kebencian dalam diri seseorang. Kekuatan foto pun dapat senjata pengembangan potensi daerah. Wisata alam, budaya hingga perekonomian. Terlebih, dunia sudah tak bersekat karena telah terdigitalisasi.
Seni fotografi dan korelasi pengembangan potensi daerah itu menjadi bahasan menarik dalam focus group discussion (FGD) bertajuk membingkai Gresik dalam fotografi. Hadir sebagai narasumber antara lain Anggota DPRD Gresik Syaikhu Busiri dan fotografer Gresik Sahlul Fahmi.
‘’Saat ini, setiap orang memiliki perangkat kamera untuk mengabadikan setiap momen. Bahkan seolah sudah menjadi kebutuhan primer, setara dengan kebutuhan makan dan minum,’’ ujar Syaikhu.
Sayangnya, lanjut dia, tidak banyak orang yang memiliki skill dalam fotografi itu. ‘’Produk fotografi yang hidup adalah foto dapat berbicara, memiliki rasa dan memiliki makna,’’ ujar mantan jurnalis itu.
Nah, kekuatan foto itulah mesti dapat dimanfaatkan. Produk fotografi juga bisa menjadi kontrol sosial. Bahkan, menjadi instrumen yang cukup penting dalam kinerja roda pemerintahan. "Karya yang baik tentu merupakan bagian dari kritik dan saran untuk membangun daerah," jelasnya.
Misalnya, objek foto yang mengambarkan kecantikan panorama alam di Pulau Bawean. Maka, foto itu tentu membuat orang menjadi penasaran. Lalu, berniat untuk berbondong-bondong datang. Dampaknya tentu bagi daerah bersangkutan. Menggerakan perputaran ekonomi. Contoh lain, bagaimana objek foto tentang masalah-masalah kemiskinan. Selalu dengan cepat menggerakkan empati.
‘’Jadi, foto itu menjadi salah satu sumber rujukan dalam pembangunan daerah. Namun, dalam implementasinya, perlu disertai tanggungjawab moral, agar tidak terbatas pada isi maupun penyampaian informasi saja. Sebab, permasalahan sekarang banyak yang susah membedakan antara fakta dan opini dalam frame foto itu," kata politikus PKB itu.
Sementara itu, jurnalis foto Sahlul Fahmi menyatakan, publik tidak boleh asal dalam mengabadikan sebuah objek atau momen. Namun, perlu memiliki makna agar karya foto mampu menyampaikan sebuah cerita dari hasil foto bersangkutan. "Paling mudah, kita memilih sudut pandang. Agar hal unik dan menarik dapat ditonjolkan," ujarnya.
Anggota PWI Gresik itu menekankan, foto juga mampu memperkuat sebuah narasi. Membangkitkan memori. ’’Termasuk, misalnya foto-foto bertemakan tentang potensi daerah Gresik. Keindahan foto sangat membantu dan mendukung potensi yang ada," kata pria asal Duduksampeyan itu.
Karena itu, Sahlul berharap pemerintah intensif atau rutin memberikan wadah bagi mereka. Baik pelatihan maupun kompetisi-kompetisi. Dengan demikian, masyarakat terutama kalangan pemuda terus terpacu untuk menghasilkan karya sebaik-baiknya.
Jika objek-objek indah dan positif tentang suatu daerah makin bertebaran, secara tidak langsung, tentu membuat daerah bersangkutan bakal terus bertumbuh karena termarketing.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
