JALAN DAN PERUMAHAN TERGENANG: Tim BPBD Jawa Timur mengevakuasi warga terdampak banjir di Pepelegi, Waru, Sidoarjo, kemarin (7/2).
JawaPos.com - Tak lama usai meluapnya Sungai Butung di kawasan Waru, Sidoarjo, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) Jawa Timur gerak cepat untuk melakukan analisis untuk mengetahui penyebab terjadinya hal tersebut.
Baca Juga: Sang Bunda Benarkan Kabar Lamaran Ayu Ting Ting, Minta Doa yang Terbaik sampai Waktu Ijab Kabul Tiba
Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Kamis (8/2), Dinas PU-SDA akhirnya menemukan fakta pemicu meluapnya sungai tersebut selain karena hujan deras.
Baca Juga: Kalah War Tiket Kampanye AMIN di JIS, Tak Masalah, Anies Bilang Jangan Merasa Harus Beli Tiket
Kepala Dinas PU-SDA Jawa Timur, Baju Trihaksoro menyebut, selain karena hujan, adanya pasang air laut dan kotornya sungai menjadi penyebab meluapnya sungai tersebut. "Kondisi sekarang ini perkampungan, sedimen tinggi, banyak sampah dan eceng gondok," jelas Baju, Rabu (7/2).
Baju mengatakan, sebelumnya pihaknya tidak memperkirakan banjir ini akan terjadi. Sebab, menurutnya bencana banjir ini terjadi secara kebetulan bersamaan dengan rob yang tinggi.
Terkait rob, Baju menyebut fenomena sesuai ramalan BMKG pada 6-12 Februari. "Ketinggian air pasang laut hampir 1,5 meter sehingga air tidak terbuang ke laut," ungkap Baju.
"Sehingga air yang harusnya mengalir ke laut tidak bisa ke laut. Kami koordinasi dengan BBWS, BPBD dan PU Sidoarjo menangani bersama. Hari ini kami lihat titik mana butuh normalisasi pembersihan sampah. Nanti kami petakan," jelasnya.
Sebagai langkah penanggulangan, Baju menyebut pihaknya akan melakukan pembersihan sampah dan sedimen di sungai tersebut dengan mengerahkan alat berat. Nantinya, akan ada pengerukan sungai. "Akan menerjunkan alat berat, kemudian kabupaten membawa pompa mobile yang bisa dipompa ke laut," katanya.
Sebagai informasi, Sungai Butung di kawasan Waru Sidoarjo ini meluap pada Selasa (6/2). Penyebab utama meluapnya sungai ini adalah karena hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama dua hari, mulai dari Senin (5/2) hingga Selasa (6/2).
Meluapnya sungai tersebut menyebabkan genangan air yang sebelumnya telah membanjiri Jalan Desa Waru, ketinggiannya semakin meningkat hingga mencapai 30-60 cm. Selain itu, rumah-rumah warga pun banyak tergenang.
Baca Juga: Lima Shio Ini Bakal Tidak Beruntung pada Tahun Naga Kayu, Termasuk Naga, Begini Penjelasannya
Diketahui, selain di Desa Waru, banjir juga melanda Desa Bungurasih, Desa Sawotratap, Desa Pepelegi, Desa Kedungrejo dan sejumlah desa lain di Waru dan sejumlah kecamatan di Sidoarjo. (*)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
