Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 April 2022 | 01.36 WIB

Jalan Genteng Besar Akan Diubah Jadi Pusat Street Food Surabaya

Pengunjung di Street Food Genteng Besar. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Pengunjung di Street Food Genteng Besar. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya akan menyulap Jalan Genteng Besar menjadi pusat street food. Rencana itu mulai dilakukan pada Minggu (10/4).

”Kawasan Genteng Besar disulap menjadi Genteng Walk. Jadi pusat street food di Kota Surabaya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Wiwiek Widayati ketika ditemui di Pasar Genteng Surabaya, Minggu (10/4).

Minggu (10/4), Pemkot Surabaya menggelar car free day jelang Maghrib yang pertama kali. Kegiatan itu digunakan sebagai trial atau percobaan.

Street food ini akan diisi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kampung-kampung lama di sekitar Jalan Tunjungan. Di antaranya adalah Kampung Ketandan, Kampung Kebangsren, dan Kampung Genteng Candirejo,” papar Wiwiek.

Jalan Genteng Besar dipilih menjadi pusat street food karena banyak toko oleh-oleh di sekitarnya. Kemudian, letaknya juga berdampingan dengan Jalan Tunjungan.

”Selaras dengan semangat dan program Tunjungan Romansa. Warga bisa berjalan-jalan di Jalan Tunjungan dan membeli oleh-oleh atau menikmati kudapan di Jalan Genteng,” terang Wiwiek.

Surabaya, lanjut Wiwiek, telah memiliki beberapa street food. Namun belum ada yang berada di pusat kota.

”Memang sudah ada di beberapa tempat. Tapi kami ingin tambahkan fasilitas lagi supaya lebih banyak warga yang terdampak dan ekonomi Surabaya makin membaik,” ujar Wiwiek.

Pada hari pertama percobaan penyelenggaraan street food, beberapa hal akan menjadi evaluasi bersama. Di antaranya adalah antusiasme pengunjung serta jalur keluar-masuk.

”Ini kan car free day jelang maghrib pertama. Pak Wali (Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi) berpesan supaya CFD ini sebagai momen kebangkitan pelaku ekonomi, utamanya UMKM. Jadi banyak hal yang akan dievaluasi hari ini,” ucap Wiwiek.

Berdasar pantauan JawaPos.com, pengunjung baru memadati jalanan pada pukul 16.30 WIB. Puluhan UMKM telah dibuka sejak pukul 15.00 WIB.

Lilis, 53, salah satu pelaku UMKM asal Kampung Ketandan membawa 10 produk makanan dan minuman. Produk-produk itu merupakan kerja sama dengan beberapa ibu rumah tangga (IRT) di Kampung Ketandan Surabaya.

”Hari ini (10/4) kami bawa salad, susu, es jeruk nipis, es garbis, nasi biryani, dan beberapa jenis takjil. Kami dikabari kalau hari ini akan diberi fasilitas lapak. UMKM Kampung Ketandan langsung siap-siap,” tutur Lilis.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore