
Wisata heritage zona Eropa di Kota Surabaya.
JawaPos.com–Untuk memikat wisatawan berkunjung ke Kota Lama, Pemkot Surabaya mempercantik kawasan heritage. Dilansir dari website Pemkot Surabaya, kawasan heritage di Surabaya dibagi menjadi empat zona yakni zona Eropa, Arab, Pecinan, dan Melayu.
Tahun lalu, Pemkot Surabaya memulai revitalisasi di kawasan Kya-Kya Kembang Jepun. Dekorasi ditambahkan dengan lampion, menyediakan lapak UMKM yang buka setiap akhir pekan.
Di Kya-Kya Reborn, serta gambar mural aktivitas etnis Tionghoa menjadi titik kumpul untuk berswafoto. Kini dipasang pula papan nama toko berbahasa Mandarin.
Pemerintah Kota Surabaya tahun ini fokus merevitalisasi zona Eropa yang memiliki bangunan sejarah bagi perjuangan arek-arek Suroboyo. Pemkot melakukan revitalisasi zona Eropa dengan penataan beberapa fasilitas.
Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Hidayat Syah mengatakan, pemkot mempermudah konektivitas kota lama untuk para wisatawan. Yaitu melalui transportasi umum Suroboyo Bus dan Wira-Wiri Suroboyo.
”Para pelancong dapat memulai perjalanannya melalui center point di Taman Sejarah Surabaya,” ujar Hidayat Syah.
Dia mengatakan, Disperkim Surabaya juga sedang mengerjakan revitalisasi di Taman Sejarah. Nanti ada banyak area tambahan untuk wisatawan. Seperti tambahan playground, area basket, tempat makan F&B, dan tampilan narasi tentang sejarah kota lama.
Dia menjelaskan, dari Taman Sejarah Surabaya, wisatawan bisa mengunjungi lokasi bersejarah lain seperti Gedung Internatio, Gedung Cerutu, Pabrik Limun (Siropen), Museum Hoofdbureau. Selain itu, masih ada PTPN IX, Posbloc Surabaya (Kantor Pos Kebonrojo), Sentra Wisata Kuliner (SWK) Kasuari, De Javasche Bank, Orlando Es Krim, dan masih banyak lagi.
”Di sekitar Taman Sejarah Surabaya banyak bangunan cagar budaya. Para pelancong bisa dengan mudah bergeser ke Jalan Rajawali, Veteran, dan seterusnya yang masuk dalam zona Eropa,” terang Hidayat Syah.
Selain itu, Hidayat Syah menambahkan, pada revitalisasi tahap satu, beberapa jalan aspal yang menjadi titik strategis itu akan diubah dan dipasang cobblestone oleh DSDABM Surabaya. Akan dipasang pula penanda atau identitas bertema visualisasi bergaya Eropa.
Selai itu menurut dia, akan dilakukan perapian vegetasi agar dapat menonjolkan keunikan bangunan lawas gaya Eropa.
”Eropa street furniture akan dimasukkan di sana. Misal warna, bentuk, dan PJU. Kemudian akan ada perapian vegetasi karena nanti yang ditonjolkan adalah keunikan bangunan lawas gaya Eropa,” jelas Hidayat Syah.
Dia mengungkapkan, Pemkot Surabaya memberikan ruang bagi para komunitas maupun agen tur dan travel menyediakan paket wisata. Salah satunya adalah walking tour yang digelar agen tour dan travel dan beberapa komunitas di Kota Pahlawan.
Paket wisata yang sudah dijalankan seperti dari BersukaRia Walk dan Surabaya Walking Tour by Roodebrug. BersukaRia Walk menyediakan rute dari Taman Jayengrono - Jembatan Merah - Bangunan Bersejarah di Jalan Rajawali - Gedung Internatio - Gedung Telkom - Penjara Kalisosok - De Javasche Bank.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
