
TAK KAPOK: Masriah saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Hampir dua bulan berlalu, sidang tindak pidana ringan (tipiring) Masriah belum ada kejelasan. Terakhir, Satpol PP Sidoarjo dan Polresta Sidoarjo mengaku masih berkoordinasi terkait mekanisme penangkapan perempuan yang untuk kali kedua berurusan dengan hukum karena meneror tetangganya itu.
Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Sidoarjo Anas Ali Akbar mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengecek rumah Masriah di Desa Jogosatru, Sukodono. Namun, dia belum bisa memerintah anak buahnya untuk menangkap Masriah.
’’Kita harus melengkapi diri dulu dengan surat izin untuk penggeledahan jika saya mengambil tersangka dari dalam rumah atau pekarangannya,” ujarnya kemarin (28/12). Pihak Satpol PP Sidoarjo harus bersurat kepada pengadilan negeri dan kejaksaan negeri agar diberikan izin.
’’Tetapi, kejaksaan bilang tidak perlu ada surat izin atau SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan),” jelasnya. Sedangkan pihak pengadilan menginginkan adanya SPDP untuk pemanggilan tersangka.
’’Ini yang menjadi polemik apakah kita bisa menghilangkan SPDP. Alasan kejaksaan tidak usah SPDP karena ini hanya tipiring,” ungkapnya.
Tentunya Anas menginginkan agar persidangan tipiring Masriah itu bisa segera terselesaikan. ’’Apakah bisa langsung tangkap dan disidang, ini yang masih kami koordinasikan lagi dengan pihak-pihak terkait,” tuturnya.
Masriah seharusnya menjalani sidang pada 8 November lalu. Namun, dia kabur hingga membuat persidangan tipiring tersebut harus tertunda hampir dua bulan. Masriah sempat ketahuan pulang ke rumah pada 23 November lalu.
Sementara itu, Wike, anak Wiwik Winarti, mengungkapkan pada minggu lalu Masriah diduga berada di rumah. ’’Kelihatannya di rumahnya itu, minggu lalu pasang CCTV orangnya soalnya,” ungkapnya.
Menurut dia, anak, menantu, hingga suaminya pada minggu lalu berada di rumah. ”Seharusnya sekarang juga ada di rumahnya, tapi belum tahu kenapa satpol PP sampai sekarang belum ada tindakan penangkapan,” ujarnya. (eza/c6/any)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
