Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Desember 2023 | 16.49 WIB

Kasus Pencabulan Tiga Santriwati di Bawean: Anak Sering Telepon, Minta Segera Dijemput dari Pondok

JADI TERSANGKA: NS saat hendak memasuki ruang penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Gresik. Dia diduga mencabuli tiga santriwati. - Image

JADI TERSANGKA: NS saat hendak memasuki ruang penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Gresik. Dia diduga mencabuli tiga santriwati.

JawaPos.com - Sejak November lalu, YS, salah satu orang tua santriwati yang diduga korban pencabulan NS, merasa ada yang janggal dengan anaknya. Dia sering ditelepon anaknya.

”Mengaku tidak betah tinggal di pondok dan minta segera dijemput,” ucapnya.

Awalnya, YS tidak curiga. Dia mengira putrinya tidak terbiasa tinggal di lingkungan baru. Maklum, korban baru menjadi santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidh Hidayatul Quran As-Syafi’i, Bawean, Gresik lima bulan yang lalu.

”Akhir November, saya bersama istri datang menjenguknya. Anak saya tidak banyak bicara dan hanya meminta untuk segera pulang ke rumah,” ujar YS.

Istri YS juga menangkap ada hal yang disembunyikan oleh putrinya. Hingga akhirnya, korban menceritakan peristiwa yang dialaminya.

”Anak saya dipaksa melakukan hal yang tidak senonoh. Lokasinya tidak di lingkungan pondok, melainkan di kediaman pelaku,” ujar pria 52 tahun itu.

YS akhirnya membawa pulang anaknya. Melihat itu, NS mulai menaruh kecurigaan. ”Beberapa kali saya dihubungi pelaku melalui telepon. Agar segera mengembalikan putrinya ke pondok,” ujar YS.

Namun, YS lebih mementingkan keselamatan putrinya dan menolak permintaan NS. Bahkan, NS berjanji untuk berkunjung ke rumahnya. ”Dua kali janji yang disampaikan tidak ditepati. Hingga akhirnya saya bersama istri melapor ke Polres Gresik,” paparnya.

Sebelumnya, YS kerap menerima informasi dari warga sekitar rumahnya tentang sosok NS yang kerap kali melakukan tindakan asusila kepada santrinya. ”Awalnya, saya tidak percaya karena memang itu hanya omongan saja. Tapi, ternyata memang benar,” ucapnya.

Hingga kini anak YS masih trauma. Kini korban mendapatkan pendampingan dari UPT PPA Kecamatan Tambak dan Sangkapura. (yog/c6/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore