Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 19.04 WIB

Anggaran Dipangkas, Proyek Drainase dan Jalur Pedestrian di Surabaya Rampung Tahun Depan

BELUM TUNTAS: Pengerjaan jalur pejalan kaki di Jalan Pucang Anom hingga Jalan Dharmawangsa belum rampung (20/11). Pemkot memastikan proyek berlanjut tahun depan. - Image

BELUM TUNTAS: Pengerjaan jalur pejalan kaki di Jalan Pucang Anom hingga Jalan Dharmawangsa belum rampung (20/11). Pemkot memastikan proyek berlanjut tahun depan.

JawaPos.com – Pengerjaan sejumlah proyek saluran air dan jalur pedestrian di metropolis tidak bisa rampung tahun ini. Diperkirakan baru tuntas tahun depan. Pemkot berdalih itu karena imbas pemangkasan anggaran saat pembahasan APBD Perubahan 2023.

Salah satu contohnya pembangunan jalur pedestrian di Jalan Dharmawangsa. Proyek itu belum rampung karena tidak sepaket dengan pengerjaan saluran air. Lapisan atas hanya dicor tanpa dikeramik.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya mengatakan, penuntasan beberapa proyek terpaksa mundur tahun depan. Itu disebabkan adanya perubahan dalam pembahasan PAK.

”Tapi, ini yang sifatnya sekunder saja. Contohnya adalah Rumah Pompa Pagesangan itu ditunda karena dampaknya tidak terlalu signifikan,” terangnya.

Lilik memastikan tahun depan pembangunan jalur pedestrian Jalan Dharmawangsa dan proyek lainnya berlanjut. Misalnya, pendalaman afvoer Wonorejo, penuntasan diversi Banyu Urip sampai Benowo.

Di kawasan utara, pengerjaan saluran air di Jalan Dukuh Bulak Banteng memasuki finishing. Kepala Bidang (Kabid) Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan, proyek itu dikebut.

”Sudah dua hari ini pengaspalan, antara besok atau lusa sudah bisa selesai,’’ tuturnya.

Pembangunan saluran dipercepat karena Surabaya sudah memasuki musim hujan. Selain di Jalan Dukuh Bulak Banteng, pengerjaan saluran juga terdapat di Jalan Patriot, Kelurahan Bulak Banteng, dan Jalan Bulak Banteng Tengah.

”Kalau yang (jalan, Red) Patriot itu sudah selesai juga, sekarang sedang pemasangan paving,” kata Windo. Sedangkan di Jalan Bulak Banteng Tengah masih tahap pemasangan U-ditch.

Tidak hanya proyek skala besar yang tertunda, proyek yang memakai dana kelurahan (dakel) juga tertunda. Kabag Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Arief Boediharto menyatakan, beberapa pekerjaan yang tertunda itu disebabkan pertimbangan skala prioritas.

Proyek yang tidak terlalu urgen diundur tahun depan. ”Selain karena waktu, anggaran juga terbatas. Tapi, tetap pekerjaan itu akan ditangani tahun berikutnya,” terangnya. (gal/ann/c6/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore