
BELUM TUNTAS: Pengerjaan jalur pejalan kaki di Jalan Pucang Anom hingga Jalan Dharmawangsa belum rampung (20/11). Pemkot memastikan proyek berlanjut tahun depan.
JawaPos.com – Pengerjaan sejumlah proyek saluran air dan jalur pedestrian di metropolis tidak bisa rampung tahun ini. Diperkirakan baru tuntas tahun depan. Pemkot berdalih itu karena imbas pemangkasan anggaran saat pembahasan APBD Perubahan 2023.
Salah satu contohnya pembangunan jalur pedestrian di Jalan Dharmawangsa. Proyek itu belum rampung karena tidak sepaket dengan pengerjaan saluran air. Lapisan atas hanya dicor tanpa dikeramik.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya mengatakan, penuntasan beberapa proyek terpaksa mundur tahun depan. Itu disebabkan adanya perubahan dalam pembahasan PAK.
”Tapi, ini yang sifatnya sekunder saja. Contohnya adalah Rumah Pompa Pagesangan itu ditunda karena dampaknya tidak terlalu signifikan,” terangnya.
Lilik memastikan tahun depan pembangunan jalur pedestrian Jalan Dharmawangsa dan proyek lainnya berlanjut. Misalnya, pendalaman afvoer Wonorejo, penuntasan diversi Banyu Urip sampai Benowo.
Di kawasan utara, pengerjaan saluran air di Jalan Dukuh Bulak Banteng memasuki finishing. Kepala Bidang (Kabid) Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan, proyek itu dikebut.
”Sudah dua hari ini pengaspalan, antara besok atau lusa sudah bisa selesai,’’ tuturnya.
Pembangunan saluran dipercepat karena Surabaya sudah memasuki musim hujan. Selain di Jalan Dukuh Bulak Banteng, pengerjaan saluran juga terdapat di Jalan Patriot, Kelurahan Bulak Banteng, dan Jalan Bulak Banteng Tengah.
”Kalau yang (jalan, Red) Patriot itu sudah selesai juga, sekarang sedang pemasangan paving,” kata Windo. Sedangkan di Jalan Bulak Banteng Tengah masih tahap pemasangan U-ditch.
Tidak hanya proyek skala besar yang tertunda, proyek yang memakai dana kelurahan (dakel) juga tertunda. Kabag Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Arief Boediharto menyatakan, beberapa pekerjaan yang tertunda itu disebabkan pertimbangan skala prioritas.
Proyek yang tidak terlalu urgen diundur tahun depan. ”Selain karena waktu, anggaran juga terbatas. Tapi, tetap pekerjaan itu akan ditangani tahun berikutnya,” terangnya. (gal/ann/c6/aph)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
