Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 03.58 WIB

Lima Fakta Caroline Angelica, Mahasiswi FKH Unair yang Tewas di Sidoarjo

Mahasiswi kedokteran Unair ditemukan tewas di dalam mobilnya yang terparkir di halaman Apartemen Sidoarjo, (JAWA POS) - Image

Mahasiswi kedokteran Unair ditemukan tewas di dalam mobilnya yang terparkir di halaman Apartemen Sidoarjo, (JAWA POS)

JawaPos.com–Caroline Angelica, salah satu mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan Unair Surabaya, ditemukan meninggal pada Minggu (5/11) di Sidoarjo.

Caroline Angelica ditemukan di salah satu apartemen yang perbatasan antara Sidoarjo dengan Surabaya bagian timur. Kematiannya hingga sekarang menimbulkan pertanyaan yang belum terjawab.

Berikut lima fakta rangkuman JawaPos.com tentang kematian Caroline Angelica, mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan Unair.

  1. Mengambil Program Profesi Dokter Hewan

Caroline Angelica telah menyelesaikan studi sarjana di kedokteran hewan atau S1-nya. Nah, saat ini, Caroline Angelica menempuh Program Profesi Dokter Hewan. Seharusnya, hari ini (6/11), Caroline Angelica melakukan sidangnya.

  1. Meninggalkan surat terakhir

Caroline Angelica tak hanya meninggalkan cerita pilu bagi para teman hingga keluarga. Dia ternyata mewariskan surat yang ditujukan untuk ibu dan pamannya.

Surat Pertama

Dear Mama

Terima kasih selama ini telah melindungiku. Tetapi sekarang perlindunganmu terasa sia-sia. Aku tak pernah membuat keputusanku sendiri dalam hidup ini. Sekarang inilah bagaimana aku menunjukkan kebebasanku.

Aku memilih apa yang aku pilih dalam hidup ini. Aku tak melihat masa depan untukku. Aku tahu bagaimana kau mencintaiku. Ini bukan salahmu. Aku tidak menyalahkanmu. Maaf aku tak bisa mencintaimu kembali. Maaf aku tak dapat melindungimu.

Dear saudara laki-laki dan perempuanku

Aku berharap kalian tak berakhir seperti aku. Kalian mungkin melihat aku sebagai anak yang cerdas. Aku nggak secerdas itu. Aku adalah seorang yang bodoh yang tak pernah melihat dunia sebenarnya.

Aku telah buta selama ini dan telah memberi kalian semua harapan palsu. Dunia ini kejam. Ingat itu. Aku mencintai kalian. Tapi aku tak bisa melakukannya lagi sejak aku berhenti berharap. Sudah terlambat sekarang.

Jika seluruh dunia mempertanyakan, aku tak melihat ada harapan. Aku ingin bertahan di sana.

Surat kedua

Dear paman

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore