Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 April 2021 | 03.34 WIB

Pemkot Surabaya Kebut Pembangunan Bozem Tubanan dan Telaga Manukan

Pembangunan Boezem Telaga Manukan. Istimewa - Image

Pembangunan Boezem Telaga Manukan. Istimewa

JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya mengebut pembangunan dua bozem, yaitu Bozem Tubanan dan Bozem Telaga Manukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati mengaku, ada beberapa proyek yang direncanakannya harus ditunda karena ada refocusing anggaran. Salah satu proyek yang harus tertunda adalah proyek lanjutan box culvert dan jalan di sisi barat Surabaya, termasuk beberapa proyek jalur pedestrian di sejumlah tempat.

”Akibat refocusing anggaran, ada beberapa proyek yang harus ditunda. Namun, proyek yang bisa dikerjakan secara swakelola atau dikerjakan sendiri oleh Satgas PU, kami lanjutkan. Termasuk yang kami lanjutkan adalah dua bozem, yaitu di Tubanan dan Telaga Manukan,” tutur Erna pada Selasa (27/4).

Menurut Erna, dua pembangunan bozem itu merupakan tindak lanjut sidak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada awal-awal menjabat. Kala itu, wali kota menelusuri beberapa saluran yang menyebabkan genangan di daerah kantor Imigrasi Kelas 1 Tanjung Perak dan sekitarnya.

”Ternyata saat itu ada tanah luas yang bisa dijadikan bozem, sehingga Pak Wali Kota langsung meminta kami untuk membuat bozem di dua tempat yang berbeda. Kalau dua bozem ini sudah jadi, airnya tidak akan bersatu lagi di depan Imigrasi, sehingga genangan di wilayah Imigrasi itu bisa diantisipasi,” urai Erna.

Dia memastikan, pembangunan dua bozem itu terus dilakukan pengerukan oleh Satgas Dinas PU Bina Marga dan Pematusan. Rencananya, Bozem Tubanan itu luasnya 3 hektare dan Bozem Telaga Manukan sekitar 1 hektare.

”Kalau kedalamannya semuanya hampir sama, yaitu 3 meter. Karena kalau terlalu dalam, khawatir ada apa-apa,” ujar Erna.

Selama ini, Pemkot Surabaya sudah membangun bozem sebanyak 72 unit, sehingga kalau ditambah dua bozem lagi pada tahun ini, berarti total bozem di Surabaya menjadi 74 bozem. Volume masing-masing bozem berbeda-beda, tergantung ketersediaan lahan.

”Kalau yang 72 bozem itu total luasannya mencapai 147,5 hektare dengan total volume mencapai 6.164.889 meter kubik,” teang Erna.

Erna mengaku, saat ini masyarakat sudah makin sadar akan pentingnya bozem untuk menampung air pada saat hujan deras. Makin banyak warga mengusulkan dan meminta supaya daerahnya dibangun bozem. Padahal, dulu banyak warga yang menolak pembangunan bozem itu karena berbagai alasan, termasuk alasan pembebasan tanah.

”Kalau sekarang sudah banyak yang sadar fungsi bozem. Malah sekarang ada warga yang meminta untuk dibuatkan jembatan dan gazebo di tengah-tengah bozem itu, sehingga bisa dijadikan tempat untuk memancing,” tutur Erna.

Dia juga memastikan, pembangunan bozem di berbagai titik di Kota Surabaya untuk mengantisipasi global warming yang sudah mulai dirasakan. Mulai dari banjir di mana-mana hingga bencana kekeringan.

”Namun, yang paling utama memang untuk antisipasi banjir, karena ini sangat membantu untuk menampung air,” ujar Erna.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=yDjZm-gDs6M

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore