
PELAKU BELUM KETEMU: Kondisi mata SAH (18/9). Mata sebelah kanan memang tak terlihat ada luka, tapi dia merasakan gelap dan tidak bisa melihat.
JawaPos.com – Satreskrim Polres Gresik masih berupaya mengungkap kasus dugaan perundungan yang dialami SAH. Dari bukti-bukti yang telah dikumpulkan, termasuk CCTV di sekolah, tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan yang dialami siswa kelas II SD tersebut.
Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan, hasil pemeriksaan CCTV di Polda Jatim menyebutkan bahwa kamera itu tidak merekam dalam rentang waktu yang cukup lama, yakni 1 Juni–18 Agustus.
Termasuk saat kejadian dugaan pencolokan mata SAH. ”Jika file tersebut sengaja dihapus, seharusnya masih tetap terlihat. Namun, kami belum menemukan bukti adanya penghapusan file,” ujar Adhitya.
Menurut Adhitya, saat CCTV tidak bisa merekam, pihak sekolah mengetahui adanya kerusakan. Lalu, dilakukan perbaikan hingga kembali aktif pada 19 Agustus sampai saat ini. ”Sehingga tidak ada rekaman saat kejadian yang dilaporkan terjadi pada 7 Agustus,” terangnya.
Meski demikian, pihaknya tidak serta-merta menghentikan proses penyidikan. Untuk mengungkap fakta yang sebenarnya, Satreskrim Polres Gresik terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi.
”Total sudah ada 47 saksi yang kami mintai keterangan. Namun, sampai saat ini belum ada yang mengetahui atau melihat secara langsung dugaan peristiwa kekerasan yang dialami oleh SAH,” jelas alumnus Akpol 2002 itu.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan memastikan bahwa pihaknya segera melakukan gelar perkara terkait kasus itu. ”Untuk menentukan langkah dan proses hukum selanjutnya,” terang Aldhino.
Namun, sebelum gelar perkara berjalan, pihaknya akan meminta keterangan dari beberapa saksi tambahan. Termasuk berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memberikan pendampingan terhadap korban. ”Mohon waktu untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ucapnya.
Pada bagian lain, setelah menjalani serangkaian terapi, mata kanan SAH akhirnya bisa kembali melihat secara perlahan. Saat ini mata SAH mulai bisa melihat huruf dan angka. Agar penglihatannya kembali pulih 100 persen, mata SAH harus menjalani terapi secara berkala.
Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dr Soni mengatakan, pihaknya masih perlu melatih mata kanan SAH. Untuk memulihkan penglihatan siswa itu, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan.
”Kami dampingi terus, kami beri vitamin dan latihan penglihatan agar pulih sepenuhnya,” ucapnya.
Soni belum mengetahui penyebab penurunan penglihatan SAH. ”Tetap kami upayakan untuk mencari tahu penyebabnya,” imbuhnya. (yog/son/c6/aph)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
