Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Desember 2020 | 19.53 WIB

Waspadai Angin Kencang, Warga Surabaya Harap Jauhi Baliho-Pepohonan

CARI GEDUNG: Karena cuaca buruk masih terjadi selama beberapa hari mendatang, BMKG mengimbau warga untuk waspada dan menghindari baliho atau pohon saat berteduh. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

CARI GEDUNG: Karena cuaca buruk masih terjadi selama beberapa hari mendatang, BMKG mengimbau warga untuk waspada dan menghindari baliho atau pohon saat berteduh. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawaPos.com − Hujan dengan intensitas sedang dan tinggi beberapa hari terakhir melanda kota metropolis. Terkadang turunnya hujan dibarengi angin kencang. Akibatnya, tak sedikit pohon yang tumbang, atap rumah terbang, bahkan tenda posko milik Pemkot Surabaya di Kedung Cowek sempat terbalik.

Menurut penuturan salah seorang anggota Satpol PP Surabaya Sunarto, angin kencang melanda pesisir utara dan sekitar kawasan Kedung Cowek Minggu dini hari (6/12). Tenda posko gabungan penegakan protokol kesehatan roboh akibat diterpa angin. Padahal, rangkanya besi dan lumayan kukuh.

”Kejadiannya kapan, kurang tahu ya. Pas saya datang pagi itu sudah terbalik,” ujarnya kemarin. Setelah mengetahui kondisi tenda tersebut, pihaknya bersama anggota BPB linmas yang berjaga langsung melakukan pembongkaran. ”Selesai jam 1 siang kalau tidak salah. Sementara ini kami di tenda utama,” ungkapnya.

Sementara itu, prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Adi Hermanto mengungkapkan, kecepatan angin selama musim hujan yang melanda Surabaya dan sekitarnya memang beragam. Hal itu disebabkan keikutsertaan angin gusty dengan kecepatan 13−16 knot. Angka itu terbilang normal.

”Kalau sampai tenda roboh, itu ya lebih dari 20 knot,” ungkapnya Minggu (6/12). Dia menambahkan, angin dengan kecepatan melebihi batas normal itu disebabkan beberapa hal. Pertama, berkumpulnya awan hujan dalam jumlah banyak atau multisel dalam satu wilayah.

Pengaruhnya berbeda dengan hanya adanya satu awan hujan. Dia menambahkan, meski intensitas hujan sedang, kecepatan angin tetap memengaruhi. Untuk itu, pihaknya memperkirakan beberapa hari ke depan kecepatan angin berpotensi mencapai 20−24 knot. ”Yang kedua, kondisi seperti itu disebabkan adanya efek dinamika atmosfer. Ada bibit siklon di selatan Jawa,” tuturnya.

Saat melakukan pengecekan, Adi mengungkapkan bahwa ada pola streamline angin pada daerah yang memiliki tekanan rendah di sekitar Pulau Jawa. Pola tersebut juga membuat peningkatan kecepatan angin, khususnya di Surabaya, selain karena angin yang ditimbulkan oleh awan hujan.


”Jadi, bibit siklon itu ada di daerah tekanan rendah. Dari citra satelit, Sabtu lalu ada di selatan Banten. Tapi, pergerakannya menjauhi Indonesia, menuju tenggara-selatan,” jelasnya. Dia mengungkapkan, pertumbuhan awan hujan dengan jumlah banyak atau multisel beberapa hari ke depan tetap terjadi. Dia memprediksi cuaca buruk terjadi hingga tiga hari mendatang.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar tetap waspada ketika melihat awan hujan. Sebab, berpotensi hujan lebat yang disertai angin kencang. ”Kalau berkendara roda dua, sebaiknya berteduh di bangunan kukuh. Jangan di bawah pohon atau baliho. Lebih penting, kondisi tubuh perlu dijaga,” imbaunya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=qvikmtFJ4V0

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore