
CARI GEDUNG: Karena cuaca buruk masih terjadi selama beberapa hari mendatang, BMKG mengimbau warga untuk waspada dan menghindari baliho atau pohon saat berteduh. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com − Hujan dengan intensitas sedang dan tinggi beberapa hari terakhir melanda kota metropolis. Terkadang turunnya hujan dibarengi angin kencang. Akibatnya, tak sedikit pohon yang tumbang, atap rumah terbang, bahkan tenda posko milik Pemkot Surabaya di Kedung Cowek sempat terbalik.
Menurut penuturan salah seorang anggota Satpol PP Surabaya Sunarto, angin kencang melanda pesisir utara dan sekitar kawasan Kedung Cowek Minggu dini hari (6/12). Tenda posko gabungan penegakan protokol kesehatan roboh akibat diterpa angin. Padahal, rangkanya besi dan lumayan kukuh.
”Kejadiannya kapan, kurang tahu ya. Pas saya datang pagi itu sudah terbalik,” ujarnya kemarin. Setelah mengetahui kondisi tenda tersebut, pihaknya bersama anggota BPB linmas yang berjaga langsung melakukan pembongkaran. ”Selesai jam 1 siang kalau tidak salah. Sementara ini kami di tenda utama,” ungkapnya.
Sementara itu, prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Adi Hermanto mengungkapkan, kecepatan angin selama musim hujan yang melanda Surabaya dan sekitarnya memang beragam. Hal itu disebabkan keikutsertaan angin gusty dengan kecepatan 13−16 knot. Angka itu terbilang normal.
”Kalau sampai tenda roboh, itu ya lebih dari 20 knot,” ungkapnya Minggu (6/12). Dia menambahkan, angin dengan kecepatan melebihi batas normal itu disebabkan beberapa hal. Pertama, berkumpulnya awan hujan dalam jumlah banyak atau multisel dalam satu wilayah.
Pengaruhnya berbeda dengan hanya adanya satu awan hujan. Dia menambahkan, meski intensitas hujan sedang, kecepatan angin tetap memengaruhi. Untuk itu, pihaknya memperkirakan beberapa hari ke depan kecepatan angin berpotensi mencapai 20−24 knot. ”Yang kedua, kondisi seperti itu disebabkan adanya efek dinamika atmosfer. Ada bibit siklon di selatan Jawa,” tuturnya.
Saat melakukan pengecekan, Adi mengungkapkan bahwa ada pola streamline angin pada daerah yang memiliki tekanan rendah di sekitar Pulau Jawa. Pola tersebut juga membuat peningkatan kecepatan angin, khususnya di Surabaya, selain karena angin yang ditimbulkan oleh awan hujan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
