Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Desember 2020 | 05.56 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan IGD Penyakit Menular di RSUD Dr. Soetomo

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) khusus penyakit menular. IGD yang berada di RSUD Dr. Soetomo itu diresmikan pada Minggu (6/12). Peresmian tersebut sebagai bagian dari hospital disaster plan tahap ketiga, yakni pengembangan IGD khusus Covid-19.

Hospital disaster plan yang disiapkan RSUD Dr. Soetomo tersebut untuk memberikan penanganan sebaik mungkin apabila terjadi lonjakan pasien. Sehingga, terdapat optimalisasi penanganan pasien dan juga pengorganisasian secara profesional. IGD ini menjadi yang pertama di Indonesia, yang diperuntukkan bagi pasien penyakit menular.

Ke depannya, pasien yang masuk akan menjalani screening atau investigasi melalui scoring system. Harapannya, melalui informasi dan data obyektif, diagnosa dapat dilakukan secara tepat untuk menjauhkan pasien, petugas, dan lingkungan rumah sakit dari Covid-19.

IGD sendiri menerapkan kriteria scoring yang terbagi menjad tiga. Yakni skor 1–4 (risiko rendah), skor 5–19 (risiko sedang), serta skor lebih dari 20 (risiko tinggi). Pasien dengan skor kurang dari 4 akan ditindaklanjuti di ruang khusus nonmenular. Sedangkan pasien dengan skor lebih dari 4 akan ditindaklanjuti ke ruangan khusus menular.

Khofifah menyebut, adanya IGD penyakit menular di RSUD Dr. Soetomo tersebut menjadi suatu upaya yang dilakukan rumah sakit itu untuk memberikan proteksi keamanan dan keselamatan baik bagi dokter, tenaga kesehatan, pasien, maupun lingkungan rumah sakit.

’’Sistem scoring ini akan memudahkan bagi siapapun. Terutama kepada seluruh staf di rumah sakit. Scoring sudah menunjukkan tempat perawatan pasien. Termasuk memudahkan rumah sakit menjawab pertanyaan dari pasien dan keluarganya misalnya  kenapa mereka dibawa ke ruangan ini dan seterusnya,’’ papar dia.

Layanan ini, menjadi bagian dari upaya terintegrasi dalam meningkatkan layanan RSUD Dr. Soetomo kepada pasien. ’’Proses  pelayanan di rumah sakit juga harus tetap dalam kehati-hatian meski telah didukung  profesionalisme para nakes dan alat kesehatan yang canggih. Secara prinsip saya mendukung inovasi dan upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan yang makin merata,’’ urai gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu.

Sementara itu, dalam kesempatan tersbut Khofifah juga merilis buku yang merupakan dokumentasi serba-serbi terkait Covid-19 di RSUD Dr. Soetomo. Launching dilakukan melalui pemberian sertifikat hak cipta kepada beberapa dokter seperti Prof. Dr. Cita R.S Prakoeswa,dr.,Sp. KK (K), FINSDV.,FAADV, dan Dr. Desak Gede Agung Suprabawati, dr,SpB(K)Onk, dll.

Buku-buku tersebut berjudul Bunga Rampai Covid-19 Pembelajaran Medis dan Sosial Pengalaman RSUD Dr. Soetomo, Konsorsium Kolaborasi Penelitian Covid-19 RSUD Dr. Soetomo, serta Panduan Praktis Klinis (PPK) Covid-19 RSUD Dr. Soetomo.

Sementara itu, Dirut RSUD dr. Soetomo Joni Wahyudi menjelaskan, sarana yang terdapat di IGD menular. Fasilitas tersebut terdiri atas tempat tidur penapisan sebanyak 4 bed, tempat tidur ICU/ruang resusitasi menular sebanyak 15 bed, tempat tidur high care IGD penyakit menular sebanyak 21 bed, buffer atau penyangga untuk penyakit menular sebanyak 21 bed.

’’Ruang tindakan untuk penderita Covid-19 yang sedang hamil sebanyak 6 bed. Total IGD penyakit menular memiliki 66 bed. Sementara saat ini RSUD dr Soetomo telah melayani pasien Covid-19 melalui 163 bed, dan yang sedang proses penyelesaian VIP sebanyak 6 bed,’’ jelasnya. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=jwch9usj26s

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore