Pusaran api terlihat di lokasi kebakaran di Taman Nasional Gunung Bromo. (Istimewa)
JawaPos.com – Kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Bromo masih berlangsung. Rumput yang mengering karena musim kemarau dan angin kencang menjadi salah satu pemicu meluasnya area kebakaran sehingga tidak bisa dipadamkan dengan cepat.
Pemicu terjadinya kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Bromo adalah percikan api dari flare yang dinyalakan oleh pengunjung saat melakukan foto prewedding pada Rabu (6/9) mengenai rumput kering dan dengan cepat api merambat di sekitarnya.
Melalui pantauan JawaPos.com dari Instagram @ujungbromo, terlihat kebakaran masih terjadi dan kobaran api cenderung besar karena terbawa angin. Angin kencang di lokasi kebakaran membuat api yang menyala seolah-olah membentuk pusaran.
“Kondisi terkini Gunung Bromo,” tulis @ujungbromo dalam video berdurasi 30 detik di unggahan Instagram Story, Senin (11/9).
Beberapa masyarakat yang merekam kejadian tersebut melontarkan rasa khawatir karena melihat kobaran api yang membesar dan suara yang dihasilkannya.
Imbas dari kebakaran yang dipicu penyalaan flare oleh pengunjung, pada Minggu (10/9) BBTN Bromo Tengger Semeru mengumumkan penutupan secara total di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Penutupan dilakukan untuk mengamankan proses pemadaman dan menjaga keamanan pengunjung.
Penutupan dimulai pada 10 September 2023 pukul 19.00 WIB hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan. Seluruh pintu akses masuk akan ditutup dan hanya masyarakat sekitar yang boleh melintas, sehingga masyarakat lain yang hendak melintasi jalur Malang-Lumajang-Malang melalui Poncokusumo dan Senduro diimbau untuk mencari jalur alternatif lain.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
