Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2023 | 23.50 WIB

Ambruk, Warga Kapasari Surabaya Alami Sesak, Harus Merangkak Keluar untuk Menyelamatkan Diri

Bangunan di Jalan Kapasari 63 ABC Surabaya, roboh pada Selasa (5/9). Penghuni harus merangkak  untuk menyeleamatkan diri. - Image

Bangunan di Jalan Kapasari 63 ABC Surabaya, roboh pada Selasa (5/9). Penghuni harus merangkak untuk menyeleamatkan diri.

JawaPos.com–Solikin, warga Kapasari Surabaya, korban rumah ambruk mengungkapkan, dia dan istri, Naimah, harus merangkak untuk keluar rumah. Ketika bangunan rumahnya berukuran 15x5 meter persegi itu ambruk, keduanya kesulitan keluar rumah.

”Kesusahan keluar merangkak dari kayu reruntuhan rumah. Saya sempat sesak napas karena banyak debu,” ungkap Solikin, warga Kapasari Surabaya, korban rumah ambruk.

Selain bangunan milik Naimah, ada dua bangunan di sebelahnya juga ikut ambruk. Solikin menyebutkan, diperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai Rp 25 juta. Dia berdagang onderdil motor.

”Ini kan biasanya buat jualan onderdil motor. Ya kerugian kira-kira Rp 25 juta,” tambah Solikin.

Untuk sementara waktu, dia akan mengungsi ke rumah mertua untuk tempat tinggal. Sementara itu, barang dagangan dititipkan kepada teman.

Naimah berharap bangunan miliknya yang roboh itu segera diperbaiki. Sehingga dia bisa berjualan seperti semula.

”Ada mediasi dengan pihak camat lurah dan kontraktor di Kantor Keluruahan Kapasari,” ucap Naimah.

Bibir Solikin, salah satu pemilik bangunan di Jalan Kapasari 63 ABC Surabaya, tak bisa mengucapkan banyak kata. Dia dan istrinya, Naimah, kaget setelah tempat tinggalnya selama lebih kurang 15 tahun itu tiba-tiba roboh, Selasa (5/9).

Solikin mengungkapkan, dirinya merasakan bangunan rumahnya bergetar sekitar pukul 22.00.

”Saya intip keluar rumah dan melihat posisi ekskavator tepat di depan pintu rumah,” ungkap Solikin, warga Kapasari Surabaya itu.

Bangunan rumah yang berukuran lebih kurang 15x5 meter persegi itu roboh karena pengerjaan proyek gorong-gorong saluran air atau box culvert. Sekitar pukul 00.00, tiba-tiba suara keras diiringi atap roboh menimpa Naimah dan suaminya.

Naimah mengungkapkan, sebelum bangunan itu roboh, dirinya dan suami sempat merasakan getaran imbas dari pengurasan air yang dilakukan petugas proyek.

”Tiba-tiba langsung ambruk jam 12 malam. Kepala saya ketindihan salon (pengeras suara),” imbuh Naimah.

Saat ini, untuk sementara waktu, keduanya mengungsi ke rumah mertua yang tak jauh dari rumahnya sekarang. Lantas, untuk barang dagangan yang dimilikinya dititipkan kepada temannya. Untuk membuat dapurnya mengepul, setiap hari, dia berjualan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore