
Bangunan di Jalan Kapasari 63 ABC Surabaya, roboh pada Selasa (5/9). Penghuni harus merangkak untuk menyeleamatkan diri.
JawaPos.com–Solikin, warga Kapasari Surabaya, korban rumah ambruk mengungkapkan, dia dan istri, Naimah, harus merangkak untuk keluar rumah. Ketika bangunan rumahnya berukuran 15x5 meter persegi itu ambruk, keduanya kesulitan keluar rumah.
”Kesusahan keluar merangkak dari kayu reruntuhan rumah. Saya sempat sesak napas karena banyak debu,” ungkap Solikin, warga Kapasari Surabaya, korban rumah ambruk.
Selain bangunan milik Naimah, ada dua bangunan di sebelahnya juga ikut ambruk. Solikin menyebutkan, diperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai Rp 25 juta. Dia berdagang onderdil motor.
”Ini kan biasanya buat jualan onderdil motor. Ya kerugian kira-kira Rp 25 juta,” tambah Solikin.
Untuk sementara waktu, dia akan mengungsi ke rumah mertua untuk tempat tinggal. Sementara itu, barang dagangan dititipkan kepada teman.
Naimah berharap bangunan miliknya yang roboh itu segera diperbaiki. Sehingga dia bisa berjualan seperti semula.
”Ada mediasi dengan pihak camat lurah dan kontraktor di Kantor Keluruahan Kapasari,” ucap Naimah.
Bibir Solikin, salah satu pemilik bangunan di Jalan Kapasari 63 ABC Surabaya, tak bisa mengucapkan banyak kata. Dia dan istrinya, Naimah, kaget setelah tempat tinggalnya selama lebih kurang 15 tahun itu tiba-tiba roboh, Selasa (5/9).
Solikin mengungkapkan, dirinya merasakan bangunan rumahnya bergetar sekitar pukul 22.00.
”Saya intip keluar rumah dan melihat posisi ekskavator tepat di depan pintu rumah,” ungkap Solikin, warga Kapasari Surabaya itu.
Bangunan rumah yang berukuran lebih kurang 15x5 meter persegi itu roboh karena pengerjaan proyek gorong-gorong saluran air atau box culvert. Sekitar pukul 00.00, tiba-tiba suara keras diiringi atap roboh menimpa Naimah dan suaminya.
Naimah mengungkapkan, sebelum bangunan itu roboh, dirinya dan suami sempat merasakan getaran imbas dari pengurasan air yang dilakukan petugas proyek.
”Tiba-tiba langsung ambruk jam 12 malam. Kepala saya ketindihan salon (pengeras suara),” imbuh Naimah.
Saat ini, untuk sementara waktu, keduanya mengungsi ke rumah mertua yang tak jauh dari rumahnya sekarang. Lantas, untuk barang dagangan yang dimilikinya dititipkan kepada temannya. Untuk membuat dapurnya mengepul, setiap hari, dia berjualan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
