Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2023 | 21.50 WIB

Pascainsiden Kebakaran, Rapor dan Ijazah Siswa SDN Dr Soetomo V Aman

CEK KONDISI: Kepala SDN Dr Soetomo V Sutrisno (kiri) bersama Kepala SDN Wonorejo 6 Tukimin meninjau atap ruang kelas yang terbakar kemarin (4/9). Pemkot segera membenahi ruangan yang terbakar. - Image

CEK KONDISI: Kepala SDN Dr Soetomo V Sutrisno (kiri) bersama Kepala SDN Wonorejo 6 Tukimin meninjau atap ruang kelas yang terbakar kemarin (4/9). Pemkot segera membenahi ruangan yang terbakar.

JawaPos.com – SDN Dr Soetomo V mengatur kegiatan belajar-mengajar pascainsiden kebakaran. Senin (4/9) seluruh siswa belajar secara daring karena listrik sekolah masih padam. Mulai hari ini, pembelajaran siswa kelas VI dibagi. Sebagian belajar online, selebihnya masuk kelas seperti biasa.

Kepala SDN Dr Soetomo V Sutrisno mengatakan, pengaturan pembelajaran untuk siswa kelas VI dimulai hari ini. Itu disebabkan ada tiga ruangan yang terdampak kebakaran. ”Kelas VI kan ada delapan rombel. Sebagian kami atur untuk belajar online. Namun, tidak mengurangi jam belajar,” terangnya.

Pengaturan jam belajar itu, kata Sutrisno, tidak menjadi masalah. Sebab, SDN Dr Soetomo sudah lama menerapkan kebijakan tersebut. Jam masuk beberapa kelas dibagi pagi dan siang. Setelah renovasi ruang kelas rampung, seluruh siswa akan belajar di kelas seperti biasanya.

Dari pengamatan di lapangan kemarin, ruang kelas VI A, B, dan C disterilkan. Garis polisi juga masih terpasang hingga kemarin. Dugaan awal, kebakaran itu disebabkan korsleting listrik.

Menurut Sutrisno, pada Januari lalu, korsleting listrik juga memicu kebakaran di sekolahnya. Untungnya, si jago merah bisa segera dipadamkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Yusuf Masruh memastikan renovasi ruang kelas yang terbakar di SDN Dr Soetomo V segera berjalan. Dalam pembenahan ruangan itu, pihaknya akan menggandeng tim ahli cagar budaya (TACB).

Sebab, ruang kelas tersebut dibangun sejak zaman pendudukan Belanda. ”Kami renovasi, tapi tidak meninggalkan bentuk yang lama,” ucapnya.

Bangunan yang terbakar memang bukan cagar budaya. Tapi, berdasar dokumen sekolah, ruangan itu dibangun sejak 1927. Api, lanjut Yusuf, hanya melalap bagian atap gedung. ”Sejumlah berkas seperti rapor dan ijazah siswa yang belum diambil aman,” ujarnya.

Kejadian kebakaran itu juga membuat kaget para guru. Terutama pengajar kelas VI. Bahkan, ada salah seorang guru yang panik dan langsung ke lokasi pagi harinya. Dia kebingungan karena menyimpan STNK motor di dalam kelas. Beruntung, dokumen tersebut masih aman. (omy/c6/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore