
Kebakaran di Dr Soetomo V Surabaya.
JawaPos.com–Kepala SDN Dr Soetomo V Surabaya Sutrisno mengatakan, imbas kebakaran pada Minggu (3/9) malam membuat sekitar 1.100 siswa tidak bisa mengikuti belajar mengajar secara langsung awal pekan bulan ini.
Sebab, lanjut dia, aliran listrik yang biasa digunakan untuk beraktivitas di sekolah masih belum bisa berjalan normal. Sembari menunggu perbaikan, para siswa SDN Dr Soetomo V Surabaya menjalani belajar mengajar melalui daring.
”Pukul 03.00 (4/9), sebelum subuh saya mendapat informasi dari PLN, bahwa PLN nggak berani menyalakan listrik sehingga kondisi sekolah mati semua gelap, panas, dan sebagainya. Dari hal itu, saya berani putuskan kebijakan bahwa semuanya daring,” terang Sutrisno.
Mendengar kabar tersebut, Sutrisno lantas menggelar rapat koordinasi bersama para guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring sampai listrik diperbaiki. Dia memastikan, kegiatan belajar mengajar sudah bisa dilaksanakan kembali di sekolah pada Selasa (5/9).
Sutrisno menjelaskan, bangunan yang digunakan untuk belajar mengajar siswa kelas 6, total ada 8 ruangan kelas. Sementara itu, bangunan yang terdampak kebakaran kemarin malam ada 3 ruangan kelas. Yakni ruang kelas 6 A, 6 B, dan 6 C. Sedangkan kelas lain, masih dinyatakan aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
”Karena 3 ruang kelas tidak bisa dipakai, dibagi jadwal masuk khusus siswa kelas 6. Nah, kelas 6 itu kan 8 ruang, 8 rombel (rombongan belajar). Nanti, misalnya Selasa (5/9), itu 4 rombel daring, yang 4 (rombel) di sekolah. Rabu giliran, siapa yang daring siapa yang luring,” jelas Sutrisno.
Sutrisno mengungkapkan, si jago merah tak sampai melahap dokumen-dokumen penting. Kerusakan hanya bagian atap ruang kelas. Sedangkan benda-benda di bagian bawah ruangan tidak sampai terbakar.
”Hanya di atas, bawahnya tidak. Meja dan lemari tidak terbakar. Padahal di bawah itu banyak buku, rapor anak-anak. Di bawah aman semua, bahkan beberapa dokumen milik guru di meja, aman. Justru yang atas terbakar,” terang Sutrisno.
”Sebenarnya, ruang kelas 6 C itu aman. Tapi karena kemarin digunakan untuk proses pemadaman sehingga atapnya dijebol,” papar dia.
Dia meyakinkan, bahwa kebakaran yang terjadi kemarin malam bukan faktor kesengajaan atau dari puntung rokok. Akan tetapi, kebakaran tadi malam murni akibat terjadinya korsleting arus listrik di bagian depan kelas.
”Minggu itu nggak ada orang. Hari efektif kan Senin-Jumat. Sabtu mungkin ada karena piket. Kalau disebabkan rokok, masa iya dari luar sana dilempar (puntung) ya nggak mungkin,” ucap Sutrisno.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
