Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 April 2020 | 01.18 WIB

Jatah Beras Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Surabaya 20 Kg Sebulan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Warga dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan mendapatkan bantuan dari Pemkot Surabaya. Kondisi ekonomi mereka dinilai cukup rentan dalam situasi persebaran pandemi Covid-19. Bantuan akan diberikan dalam bentuk bahan pokok berupa beras, abon, dan kecap.

Bantuan tersebut diberikan untuk memastikan para MBR itu tetap bisa bertahan dalam situasi yang sedang sulit saat ini. Para MBR dengan penghasilan tidak tetap serta pekerja informal bisa jadi paling terdampak dalam kondisi sekarang.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, pemberian sembako tersebut mungkin dimulai pekan depan. Pemkot masih terus berkoordinasi untuk pengadaan sembako tersebut. Sebab, kebutuhannya cukup banyak. ”Kami berkoordinasi dengan Bulog untuk berasnya,” ungkap Eric, sapaan akrab Eri Cahyadi, kemarin (3/4).

Pemkot berencana memberikan 20 kilogram beras per keluarga MBR per bulan. Jumlah data keluarga MBR hingga kemarin mencapai 234.904 keluarga (data sesuai e-pemutakhirandata.surabaya.go.id). Total, dibutuhkan 4.698 ton beras.

Dengan kebutuhan yang begitu banyak, pemkot berharap ada warga yang menyumbang bahan pokok tersebut. Bisa berupa beras, abon, dan kecap. Kemarin pagi memang ada sumbangan beras sebanyak 200 ton dari Yayasan Sarana Hubungan Harmonis Sejahtera (SHHS). Yayasan yang dibentuk alumni sekolah Xin Zhong itu menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya.

Pembina Yayasan SHHS Soedomo Mergonoto mengatakan, bantuan beras itu diharapkan bisa membantu masyarakat yang terdampak persebaran Covid-19. Bisa jadi ada karyawan yang sudah diberhentikan.

”Kasihan juga karyawan-karyawan yang diberhentikan itu. Sehingga yayasan ini menggalang dana dan kita berikan bantuan 200 ton beras ini,” kata Soedomo. Bantuan tersebut bisa jadi akan ditambah sesuai dengan kebutuhan pemkot. ”Tergantung permintaan Bu Wali. Apa pun yang kita belikan nanti sesuai dengan kebutuhan dalam menangani Covid-19 ini,” imbuh dia.

Lebih lanjut Eric menuturkan, pemberian sembako untuk keluarga MBR itu tidak mengapus bantuan permakanan yang selama ini diberikan kepada mereka. Bisa jadi dalam satu keluarga MBR itu ada yang mendapatkan jatah permakanan yang sekarang didistribusikan kelurahan.

”Pemberian sembako ini akan didistribusikan melalui dinas sosial. Tapi, nanti juga dibantu oleh teman-teman OPD yang lain tentunya,” ungkap dia.

Dalam penanganan Covid-19 itu, Pemkot Surabaya berupaya menyentuh semua aspek. Mulai sosialisasi bahaya dan persebaran Covid-19, penyemprotan disinfektan, hingga pembuatan bilik sterilisasi dan hand sanitizer.

Kebutuhan-kebutuhan tersebut membuat pemkot harus mengubah skema anggaran pada APBD 2020. Proyek-proyek skala besar yang semula jadi prioritas tahun ini akhirnya ditangguhkan. Anggaran proyek itu dialihkan untuk penanganan virus korona. Mulai membeli rapid test, penyediaan alat pelindung diri (APD), hingga keperluan lainnya.

Eric mengungkapkan, pemkot juga sedang menyusun detail pergeseran anggaran tersebut sebelum dibawa ke meja dewan. Ada rencana menggunakan skema mendahului perubahan anggaran keuangan (MPAK). ”Tentu nanti kami bicarakan dengan teman-teman di DPRD Surabaya dalam waktu dekat ini,” jelas dia.

Libur Sekolah Ditambah Sepekan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Supomo membuat surat edaran baru untuk menambah libur siswa. Libur yang semula berakhir hari ini (4/4) sesuai dengan surat edaran sepekan lalu akhirnya ditambah. Siswa bisa belajar di rumah sepekan ke depan sampai Sabtu (11/4). Supomo yang dikonfirmasi terkait dengan surat edaran tersebut menjawab pendek. ”Iya benar,” ujar dia.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Swasta Surabaya Ahmad Zaini Ilyas menuturkan bahwa kondisi para guru sekarang ini sudah jenuh berada di rumah. Mereka yang biasa mengajar langsung tidak bisa bertatap muka dengan para murid. ”Kita sebagai guru sebenarnya kalau dibilang jenuh, ya jenuh,” ujar dia.

Selain itu, dia mengkhawatirkan kondisi para siswa. Ilyas menyebutkan, siswa lebih banyak bermain daripada belajar saat di rumah.

”Anak-anak memang diberi tugas dan mereka mengerjakan, tetapi setelah itu ya keluyuran,” katanya. Ilyas berharap pandemi Covid-19 segera berakhir.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=wUI8gn-tr9U

 

https://www.youtube.com/watch?v=VntMgmZQZgE

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore