
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali.
JawaPos.com–Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sudah terkenal sebagai kabupaten usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sehingga fondasi ekonominya cukup kuat saat terjadi hyper inflasi dan resesi yang melanda beberapa waktu lalu yang lalu.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali pada Rabu (9/8) mengatakan, pada 2022 Surabaya Ekspor Center berhasil mendukung 1.500 UMKM go to ekspor dari 8 provinsi di bawah Kementerian Perdagangan. Dari sebanyak itu, 300 UMKM di antaranya adalah berasal dari Kabupaten Sidoarjo.
”Artinya Sidoarjo mampu untuk memperluas pasar ekspor tinggal peningkatan kapasitas SDM UMKM. Tercatat saat ini sebanyak 28 UMKM berhasil ekspor ke Malaysia, selanjutnya adalah Korea dan Australia,” kata Ahmad Muhdlor Ali di sela acara Pelatihan Kewirausahaan Mandiri UMKM di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo.
Dia mengatakan, hampir semua dari 17 program pasangan Muhdlor-Subandi berpihak kepada UMKM dan peluncuran 2.000 UMKM naik kelas. Di dalamnya ada pelatihan UMKM agar bankable, kemudahan pengurusan PIRT dan NIB, serta UMKM menuju ke digital.
”Selain itu juga ada bantuan kredit dari BPR Delta Artha dengan bunga sebesar 3 persen per tahun,” ujar Ahmad Muhdlor Ali.
Dia mengatakan, jika UMKM tersebut tidak bankable, disiapkan Kelompok Usaha Perempuan Mandiri (KURMA) yakni pemberian hibah untuk perempuan mandiri di RT se-Kabupaten Sidoarjo.
”Targetnya 8.820 RT punya UMKM unggulan agar ibu-ibu mempunyai joint income yang tidak hanya mengandalkan suaminya namun punya sumbangsih perekonomian keluarga,” papar Ahmad Muhdlor Ali.
Terkait dengan UMKM naik kelas, kata dia, ditargetkan ada 20 ribu serta ada 10 ribu beasiswa untuk pelatihan pelaku UMKM. Juga menitikberatkan poin-poin supaya ekonomi makro tetap dijaga salah satunya seperti keahlian harus sesuai perkembangan zaman (adaptif).
”Kemudian networking luas (relasi yang banyak), branding ditata, konsistensi (kuantitasnya dan kualitasnya harus dijaga),” terang Ahmad Muhdlor Ali.
Sementara itu, Branch Manager Indomaret wilayah Surabaya Priyanto mengatakan, 50 perwakilan UMKM diharapkan bisa bergabung.
”Saat ini banyak peluang pelaku UMKM di Sidoarjo untuk bermitra dengan kami, harapan saya nanti sebanyak 300 outlet Indomaret di Sidoarjo terdapat produk UMKM Sidoarjo,” ujar Priyanto.
Salah satu pelaku UMKM dengan produk Carang Mas, Ida mengaku merupakan binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan sangat senang dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan Indomaret.
”Saya sangat berterima kasih banyak sudah banyak dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk kemajuan produk saya, mulai dari pengurusan NIB, PIRT, hingga dibantu masuk ke retail modern,” ucap Ida.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
