
Ni Nengah Widiasih meraih perunggu kelas 41 kilogram putri di Asian Para Games 2026. Meski belum pulih sepenuhnya dari cedera bahu, Widi tetap membidik tiket Paralimpiade Los Angeles 2028. (Dok. NPC Indonesia)
JawaPos.com – Atlet para angkat berat Indonesia, Ni Nengah Widiasih, menyumbangkan medali pertama Kontingen Merah Putih di Asian Para Games 2026. Widi, sapaan akrabnya, meraih medali perunggu pada kelas 41 kilogram putri di Nagoya City Trade and Industry Center, Prefektur Aichi, Jepang, Senin (19/10/2026).
Widi mencatatkan angkatan terbaik seberat 97 kilogram untuk menempati posisi ketiga. Ia berada di bawah atlet Tiongkok, Zhe Chui, yang mengangkat 120 kilogram, serta wakil Kazakhstan, Tursynay Kabyl, dengan angkatan 104 kilogram.
Raihan perunggu tersebut melanjutkan tradisi Widi meraih medali di Asian Para Games. Dalam tiga edisi sebelumnya, yakni 2014, 2018, dan 2022, atlet asal Indonesia itu selalu membawa pulang medali perak.
Meski kali ini harus puas dengan perunggu, Widi mengaku tetap bahagia. Ia menyadari kondisinya belum pulih sepenuhnya setelah mengalami cedera robek otot bahu dalam kejuaraan di Mesir pada akhir tahun lalu.
“Ini medali perunggu pertama yang saya dapatkan sepanjang keikutsertaan saya di Asian Para Games. Biasanya saya selalu memperebutkan emas dan perak,” ujar Widi dalam keterangan NPC Indonesia, Senin (19/10).
“Kondisi saya belum pulih 100 persen karena cedera bahu. Namun, saya berusaha semaksimal mungkin menaikkan beban angkatan di setiap sesi karena ingin memperbaiki world ranking demi mengamankan tiket ke Paralimpiade Los Angeles,” lanjutnya.
Widi juga mengisyaratkan bahwa Asian Para Games 2026 kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya di ajang tersebut. Saat ini, ia ingin memprioritaskan pemulihan cedera sekaligus mengejar peringkat dunia untuk membuka jalan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
“Saya punya tim medis dan fisioterapis di Solo yang terus mendampingi pemulihan bahu saya. Target utama saya saat ini adalah fokus menyembuhkan cedera dan mengejar peringkat dunia agar bisa lolos ke Paralimpiade LA dua tahun lagi, yang kemungkinan akan menjadi Paralimpiade kelima sekaligus penutup karier saya,” ungkap Widi.
Di balik pencapaian tersebut, ada kisah personal yang membuat medali ini begitu berarti. Widi mendedikasikan perunggu Asian Para Games 2026 untuk keluarga dan mendiang ibundanya.
Ia mengenang masa sulit saat tampil di Paralimpiade Paris 2024. Dua pekan sebelum pertandingan, sang ibu meninggal dunia. Kehilangan tersebut membuat kondisi mentalnya terpukul dan ia gagal mewujudkan impian sang ibu untuk meraih tiga medali Paralimpiade secara beruntun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022