Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 13.50 WIB

Go Healthy with Taiwan 2026 Pilih 20 Semifinalis dari 832 Proposal di 62 Negara

Go Healthy with Taiwan 2026 memilih 20 semifinalis dari 832 proposal di 62 negara. Enam finalis akan diumumkan pada November 2026. (Dok. IST) - Image

Go Healthy with Taiwan 2026 memilih 20 semifinalis dari 832 proposal di 62 negara. Enam finalis akan diumumkan pada November 2026. (Dok. IST)

JawaPos.com – Kompetisi global Go Healthy with Taiwan 2026 memasuki babak semifinal setelah memilih 20 proposal terbaik dari 832 proposal yang berasal dari 62 negara.

Sebanyak 20 tim dari 16 negara tersebut akan melanjutkan persaingan menuju tahap berikutnya. Jumlah proposal yang masuk tahun ini meningkat 30 persen dibandingkan edisi sebelumnya yang mencatat 638 proposal dari 55 negara.

Peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan tingginya minat inovator dari berbagai negara untuk mengembangkan solusi di bidang kesehatan dan teknologi olahraga bersama industri Taiwan.

Dari 20 semifinalis, sebanyak 11 proposal masuk kategori Smart Healthcare atau layanan kesehatan cerdas. Sementara sembilan proposal lainnya berada dalam kategori Sport Tech & Cycling yang mencakup teknologi olahraga dan bersepeda.

Para semifinalis berasal dari Australia, Brasil, Kanada, Etiopia, Prancis, India, Israel, Jepang, Malawi, Selandia Baru, Filipina, Polandia, Spanyol, Tunisia, Ukraina, dan Amerika Serikat.

Sebanyak 70 persen semifinalis merupakan perusahaan yang produknya telah dipasarkan. Sementara itu, perusahaan kecil dan menengah menyumbang 45 persen dari total tim yang lolos ke babak semifinal.

Fokus pada kesehatan hingga keselamatan olahraga

Beragam inovasi yang diajukan dalam kompetisi tersebut berfokus pada empat bidang utama. Yakni deteksi dini penyakit, perluasan akses layanan kesehatan, pencegahan cedera dan peningkatan keselamatan olahraga, serta dukungan terhadap kemandirian masyarakat lanjut usia.

Pada kategori Smart Healthcare, sejumlah peserta mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi risiko penyakit jantung, menganalisis citra medis otak, hingga mengidentifikasi kelainan pada kulit.

Salah satunya Neodocs dari India. Perusahaan tersebut mengembangkan teknologi yang memungkinkan pembacaan strip tes urine menggunakan ponsel pintar. Teknologi itu ditujukan untuk membantu skrining penyakit ginjal hanya dalam waktu sekitar 30 detik.

Inovasi untuk memperluas akses layanan kesehatan juga datang dari Cardiac Centre Ethiopia. Mereka mengembangkan sistem pendukung keputusan klinis yang tetap dapat digunakan tanpa koneksi internet.

Editor: Hendra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore