Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 September 2026 | 17.19 WIB

Xi Jinping Desak AS Tolak Kemerdekaan Taiwan dalam Pertemuan dengan Trump di Gedung Putih

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) menyambut Presiden Tiongkok Xi Jinping setelah pesawat yang membawa presiden Tiongkok tersebut mendarat di sebuah pangkalan militer dekat Washington, (Kamis 25/9). (Getty Images) - Image

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) menyambut Presiden Tiongkok Xi Jinping setelah pesawat yang membawa presiden Tiongkok tersebut mendarat di sebuah pangkalan militer dekat Washington, (Kamis 25/9). (Getty Images)

JawaPos.com - Presiden Tiongkok Xi Jinping mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menentang “kemerdekaan Taiwan” dan menangani persoalan pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut dengan hati-hati. Desakan itu disampaikan Xi kepada Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan di Gedung Putih, Kamis.

Dilansir dari Kyodo, Jumat (25/9), menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok, seruan Xi menunjukkan meningkatnya tekanan Beijing kepada Washington terkait Taiwan. AS selama ini menyatakan tidak mendukung “kemerdekaan” Taiwan.

Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan berupaya mewujudkan penyatuan dengan daratan Tiongkok, termasuk tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan jika diperlukan.

Xi yang sedang menjalani kunjungan kenegaraan selama tiga hari di AS juga menyerukan kerja sama Tiongkok dan AS dalam bidang kecerdasan buatan (AI).

Menurut Xi, kedua negara harus “memanfaatkan keunggulan masing-masing, bukan saling mewaspadai” serta bekerja sama mencegah penyalahgunaan teknologi AI.

Xi menambahkan bahwa kedua negara perlu mempertahankan kendali manusia atas teknologi AI dan memastikan teknologi tersebut digunakan untuk kemajuan manusia, menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Dorong Persaingan Sehat

Xi juga merujuk pada kesepakatan yang dicapainya bersama Trump dalam pertemuan sebelumnya di Beijing pada Mei untuk membangun “hubungan konstruktif dengan stabilitas strategis”.

Menurut Xi, dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia perlu menjalankan “persaingan yang sehat” untuk mengelola perbedaan dengan mencari lebih banyak titik temu.

Dalam pidatonya pada jamuan makan malam kenegaraan pada hari yang sama, Xi mengatakan dirinya dan Trump mencapai kesamaan pemahaman mengenai berbagai isu dalam pembicaraan mereka. Menurut Xi, hal tersebut memberikan “panduan strategis baru” bagi hubungan bilateral.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore