
Dominasi rider Spanyol di Misano menunjukkan kuatnya sistem pembinaan pembalap muda. Delapan dari sembilan posisi tiga besar berasal dari Spanyol. (Instagram/@37pedroacosta)
JawaPos.com – Sirkuit Misano yang berada di kawasan Emilia-Romagna menjadi balapan kandang bagi sejumlah pembalap Italia, seperti Marco Bezzecchi, Francesco Bagnaia, atau Fabio Di Giannantonio. Namun, GP San Marino, Minggu (13/9) akhir pekan lalu, justru menjadi ‘panggung’ dominasi para rider Spanyol.
Enam pembalap Spanyol mengisi enam posisi teratas MotoGP musim ini. Marc Marquez menjadi juara, diikuti Alex Marquez dan Pedro Acosta. Tiga rider Negeri Matador, Fermin Aldeguer, Jorge Martin, serta Raul Fernandez melengkapi enam besar. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kelas premier, enam pembalap dari negara yang sama menguasai enam posisi teratas.
Dominasi tersebut tidak berhenti di kelas utama. Manu Gonzalez memenangkan balapan Moto2, sedangkan Maximo Quiles menjadi pemenang Moto3. Itu menjadi kemenangan triplete Spanyol ke-50 dalam sejarah Kejuaraan Dunia.
Hasil di Misano memperlihatkan suksesnya regenerasi pembalap Spanyol. Marc (33) dan Alex Marquez (30), serta Jorge Martin (28), sudah lebih dulu muncul di barisan depan MotoGP. Di belakang mereka, sudah ‘mengantre’ Acosta (22), Aldeguer (21), dan Raul Fernandez (25).
Sementara itu, Gonzalez (24) dan Quiles (18) berpotensi menyusul dari kelas Moto2 dan Moto3. Pembalap Honda HRC asal Italia, Luca Marini, melihat situasi tersebut tidak lepas dari sistem pembinaan di Spanyol.
“Di Spanyol ada banyak struktur yang membantu anak-anak berkembang dengan cepat dan baik. Federasi Italia juga melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi balapan di Italia benar-benar mahal,” kata Marini dikutip dari GPOne.
“Dengan kondisi ekonomi saat ini, tidak mudah bagi sebuah keluarga menanggung semua biaya yang diperlukan untuk membawa seorang anak sampai ke Kejuaraan Dunia. Dari sisi ini, Spanyol sangat terorganisasi dengan baik, dan berhasil membina banyak pembalap muda.”
Sementara itu, Jorge Martínez “Aspar” menilai dominasi pembalap Spanyol bukan kebetulan. Mantan pembalap sekaligus pemilik tim Aspar yang kini menaungi Quiles di Moto3 itu menyebut, fondasinya sudah dibangun sejak 1990-an.
“Angel Nieto adalah pelopor. Dia yang memulai dan memberikan bahan bakar agar semua ini berjalan,” kata Aspar kepada Cadena SER. “Setelah itu, saya kira pada 1992, ketika Dorna mengambil alih hak komersial Kejuaraan Dunia, lahirlah era baru motociclismo (balap motor).”
Sejak saat itu, pembinaan pembalap muda di Spanyol terus berkembang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022