Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 September 2026 | 14.20 WIB

Pacuan Kuda Buka Ruang Lebih Luas bagi Perempuan untuk Berkiprah

Joki perempuan di pacuan kuda. (istimewa) - Image

Joki perempuan di pacuan kuda. (istimewa)

JawaPos.com - Pacuan kuda masih kerap dianggap sebagai olahraga yang identik dengan laki-laki. Padahal, cabang olahraga tersebut memiliki ruang yang cukup besar bagi perempuan untuk berkompetisi maupun mengambil peran di dalam ekosistemnya.

Hal tersebut menjadi perhatian Sarga.co yang mendorong keterlibatan perempuan dalam perkembangan pacuan kuda di Indonesia. Atas upaya tersebut, Sarga.co atau Pt Kuda Pacu Indonesia menerima The Sraya Recognition kategori Social Impact dalam rangkaian Apresiasi Perempuan Berpengaruh (APB) 2026.

"Sarga.co itu adalah promotor pacuan kuda, profesional pertama dan satu-satunya di Indonesia. Jadi melalui Sarga.co kami mencoba memodernisasi pacuan kuda sehingga bisa menjadi, bisa memberikan pengalaman baru kepada publik dalam menikmati pacuan kuda di Indonesia,” kata Head of Corporate Communication Sarga.co, Esther D Ginting, dalam keterangannya, Minggu (13/9).

Menurut Esther, pacuan kuda masih memiliki citra sebagai olahraga yang eksklusif dan belum banyak diketahui masyarakat. Karena itu, diperlukan upaya untuk membuka akses agar publik bisa lebih dekat dan mengenal olahraga tersebut.

“Mungkin dulu pacuan kuda tertutup gitu ya, nggak ada yang tau pacuan kuda. Nah dengan kami menjadi promotor pacuan kuda, itu kami membuka sehingga juga publik itu bisa lebih tahu ya tentang pacuan kuda,” ucapnya.

Transformasi tersebut juga menyasar aspek keterlibatan perempuan di dalam ekosistem pacuan kuda. Menurut Esther, peluang perempuan untuk berkiprah di cabang olahraga tersebut sebenarnya sangat terbuka.

"Jadi kami juga bukan hanya menyelenggarakan rangkaian acara pacuan kuda, tapi juga transformasi ekosistemnya. Sehingga memberikan kesempatan kepada perempuan untuk lebih banyak berkontribusi di dalam paksuan kuda gitu,” terang Esther.

Salah satu hal yang membuat pacuan kuda berbeda adalah kesempatan bagi perempuan dan laki-laki untuk berkompetisi dalam lintasan yang sama. Tidak ada pemisahan kelas berdasarkan gender, baik bagi joki maupun kuda yang bertanding.

"Jadi pacuan kuda itu mungkin bisa dibilang olahraga, mungkin satu-satunya olahraga yang inklusifitas perempuan itu sangat besar di situ. Kenapa? Karena di pacuan kuda, kuda betina dan kuda jantan itu nggak dipisahin kelasnya. Joki perempuan dan joki laki-laki itu nggak dipisahin kelasnya. Mereka itu bertanding dalam satu lintasan, dalam satu kelas gitu ya,” paparnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore