Tai Tzu Ying di podium setelah menang di nomor tunggal putri Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta (19/6). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
JawaPos.com - Pemain ikonik asal Taiwan, Tai Tzu Ying, terpaksa mengakui kekalahannya melawan cedera dan memutuskan gantung raket setelah lebih dari 14 tahun. Keputusan pensiun itu menandai berakhirnya ratu bulu tangkis tanpa mahkota di level dunia.
Tai Tzu Ying mengumumkan pensiun lewat media sosial Instagram pribadinya. Ia menyampaikan salam perpisahan dengan olahraga yang membesarkan namanya sejak 2011 pada Jumat (7/11) malam.
"Sebuah bab yang indah telah berakhir. Terima kasih, bulu tangkis, untuk segala hal yang telah kau berikan padaku," buka Tai Tzu Ying dalam Instagramnya.
Pebulu tangkis kelahiran Kaohsiung, Taiwan, itu mengakhiri kariernya dengan masalah cedera berkepanjangan pada kedua kakinya. Dia gantung raket dengan kondisi cedera yang dialami dari sebelum Olimpiade, hingga akhirnya menepi setahun pasca pesta olahraga bergengsi di Paris tahun lalu.
"Tahun lalu adalah masa tersulit dalam karierku. Sebelum Olimpiade, aku tidak yakin apakah kakiku yang cedera akan mengizinkanku untuk bertanding, tetapi aku memberikan segalanya. Orang lain tidak menyerah padaku, jadi aku tidak boleh menyerah pada diriku sendiri," tulis Tzu Ying.
"Pada akhirnya, cederaku memaksaku untuk meninggalkan lapangan. Aku tidak bisa mengakhiri karier seperti yang kuharapkan, dan butuh waktu bagiku untuk menerima kenyataan itu," imbuhnya.
Pensiunnya Tai Tzu Ying menimbulkan beragam reaksi dari penggemar hingga rival serta rekan seperjuangannya. Tak sedikit yang terkejut mengingat usianya sebenarnya dianggap masih layak bersaing karena baru 31 tahun.
Sosok Tai Tzu Ying pun sudah menjadi ikon dalam dunia bulu tangkis. Dia adalah pemain dengan atribut dan kapasitas luar biasa. Kecerdasan permainan dan kemampuan teknis seorang Tzu Ying mengundang decak kagum penonton.
Bahkan, Tai Tzu Ying sampai mendapatkan julukan Queen of Deception, ratu bulu tangkis yang kerap melakukan trik pukulan tipuan menggelegar. Kariernya selama lebih dari 14 tahun pun dipenuhi dengan perjalanan fantastis.
Sepanjang kariernya, Tai Tzu Ying pernah mencapai puncak dengan menjadi pemain nomor satu dunia pada 2016 dan 2020. Dia menduduki takhta tertinggi sektor tunggal putri tersebut selama total 258 minggu, dengan 110 pekan di antaranya secara berturut-turut.
Torehan itu melampaui rekor legenda bulu tangkis dunia asal Indonesia, Susy Susanti dengan 181 pekan. Jumlah 214 minggu milik Tai Tzu Ying pun jadi rekor dunia yang belum terpecahkan hingga saat ini.
Selain itu, rentetan gelar Tai Tzu Ying juga melimpah. Dalam rangkaian turnamen BWF saja, dia sudah memainkan 52 pertandingan final. Termasuk 29 turnamen di era BWF World Tour, dengan 17 di antaranya berbuah gelar juara.
Tapi, di balik rekor mentereng itu, Tai Tzu Ying juga dikenal sebagai ratu bulu tangkis dunia tanpa mahkota. Sebab sepanjang kariernya dia belum pernah merasakan gelar juara dunia maupun medali emas olimpiade.
Pencapaian terbaiknya dalam Olimpiade hanya meraih medali perak dalam Olimpiade Tokyo 2020. Saat itu Tzu Ying kalah rubber game 18-21, 21-19, 18-21 dari Chen Yu Fei (Tiongkok), yang juga rivalnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
