JawaPos Radar | Iklan Jitu

Dua Anak Asal Semarang Sabet Medali di Kontes Wushu Internasional

25 Juli 2018, 16:56:44 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Atlet Wushu
Head Coach Sasana Lindu Aji Semarang, Muhammad Slamet bersama dua atlet andalannya yang menyabet perunggu dan perak dalam turnamen The World Junior Wushu Championships.  (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri Indonesia. Kali ini, dua anak muda asal Semarang berhasil menyumbangkan sepasang medali pada turnamen The World Junior Wushu Championships di Brasilia, Brasil, pada pertengahan Juli 2018 lalu.

Dua atlet wushu itu adalah Thairisa Dea Florentina dan Laka Anak Sasongko dari Sasana Lindu Aji. Masing-masing sukses menyabet medali perak dan perunggu usai berhasil menumbangkan peserta dari negara lain.

Bagi Dea, prestasinya menggondol perak kali ini jadi kebanggaan tersendiri. "Bangga sekali. Saya akan menempa diri terus-menerus," imbuh siswa SMAN 14 Semarang itu saat dijumpai di Sasana Lindu Aji, Jalan Supriyadi, Kota Semarang, Rabu (25/7). 

Dara kelahiran 17 tahun silam itu mengaku senang potensinya olah bela diri selama dilatih oleh Lindu Aji menuai kontribusi positif. Tak hanya bagi dirinya maupun sasananya, tapi juga timnas wushu Indonesia. Hal senada juga diungkap Sasongko. 

Siswa SMAN 2 Ungaran itu mengaku apa yang diraihnya adalah hasil dari berlatih keras selama ini. Dan untuk diketahui, Ajang The World Junior Wushu Championships sendiri merupakan kontes bergengsi yang bernaung dibawah International Wushu Federation.

"Saya sudah beberapa kali ikut ajang kompetisi WWC dan ternyata sekarang senang bisa dapat juara ketiga," kata Laka.

Sementara, Head Coach Sasana Lindu Aji Semarang, Muhammad Slamet turut mengakui kehebatan kedua muridnya. Bahkan, dikatakannya, bahwa Sasongko naik ke podium juara usai menumbangkan atlet-atlet dari negara unggulan.

"Sasongko yang main di kelas 56 kilogram mampu menumbangkan atlet-atlet andalan Amerika Serikat dan Ceko di perempat final. Padahal atlet yang bertarung di kelas tersebut berasal dari 25 negara," tutur Slamet.

Slamet mengungkap, sasananya juga memiliki dua atlet wushu yang akan berlaga pada Asian Games 18 di Jakarta-Palembang-Jabar, Agustus nanti. Yakni, Pujariaya di kelas 70 kilogram dan Yusuf Idianto kelas 56 kilogram. "Mereka sekarang masih menempa skill terbaiknya di pusat pelatihan yang ada di Xian, China," paparnya lagi.

Slamet sendiri merasa optimistis bahwa mental keduanya nanti bakal mampu mengimbangi pesaing-pesaingnya. Ia dan rombongan sasananya akan bertolak ke venue Asian Games pada 26 Agustus menyemangati para anak didiknya.

"Kami harap dapat prestasi lebih baik lagi. Sasana kita akan berikan kontribusi bagi Jawa Tengah dan tim nasional Indonesia," cetusnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up