
Indonesia lolos ke semifinal FIFAe World Cup 2024 dan berpotensi raih gelar juara. (YouTube FIFAe)
JawaPos.com — Kabar baik datang dari dunia e-sports Tanah Air. Timnas Indonesia berhasil melaju ke babak semifinal FIFAe World Cup 2024 kategori Football Manager (FM).
Perjalanan luar biasa ini dipimpin oleh duo pelatih FM andal, Ichsan Rahmat Taufiq sebagai pelatih kepala dan Manar Hidayat sebagai asistennya. Keduanya berhasil membawa nama Indonesia bersinar di kompetisi internasional dan kini berada di jalur untuk meraih gelar juara.
Laga di babak knock-out FIFAe World Cup 2024 akan berlangsung hari ini, Minggu (1/9/2024), dimulai pukul 20.00 WIB untuk semifinal, dan final akan digelar pukul 23.00 WIB.
Para penggemar e-sports dan sepak bola dapat menyaksikan perjuangan tim Indonesia melalui live streaming di kanal YouTube FIFAe, menyaksikan aksi Ichsan dan Manar dalam menghadapi tantangan untuk menjadi juara dunia.
Timnas Indonesia diwakili oleh Ichsan Rahmat Taufiq dan Manar Hidayat, yang mendapatkan tugas memimpin klub Portugal, Sporting Lisbon, selama tiga musim. Di babak grup, mereka ditempatkan di Grup C, bersaing dengan empat pelatih lain dari berbagai negara. Penampilan Ichsan dan Manar begitu dominan, membuat mereka keluar sebagai juara grup dengan total 364 poin.
Selama tiga musim memimpin Sporting Lisbon, Ichsan berhasil mengoleksi poin dari berbagai kategori, seperti pencapaian di liga, performa di kompetisi cup, perolehan trofi, serta penilaian manajemen. Dengan total 150 poin di liga, 113 poin dari cup, 65 poin dari trofi, serta 36 poin untuk penilaian manajemen, Ichsan mengungguli pelatih-pelatih top dari negara lain seperti Patryk Zamirski (Polandia) dengan 343 poin, Florian Gripon (Prancis) dengan 331 poin, serta pelatih asal Inggris dan India yang masing-masing mengumpulkan 295 dan 265 poin.
Dominasi Ichsan di Grup C tak terbantahkan. Mereka sukses meraih sejumlah gelar penting selama tiga musim bersama Sporting Lisbon, termasuk gelar liga domestik dan Eropa.
Perjalanan gemilang tim Indonesia dimulai pada Kamis (29/8/2024) di musim pertama. Ichsan memimpin Sporting Lisbon meraih gelar quadruple, yakni dengan memenangkan empat trofi dalam satu musim. Mereka sukses memenangkan Liga Portugal dengan selisih 8 poin di dua laga terakhir, menyegel Piala Portugal usai mengalahkan Porto 3-1, dan meraih Piala Liga Portugal setelah menggasak Benfica 4-0. Puncaknya, mereka berhasil menjuarai Liga Europa setelah mengalahkan AC Milan di partai final.
Raihan sempurna ini membuat Ichsan mengumpulkan total 107 poin hanya dari musim pertama saja, sebuah pencapaian yang luar biasa dan menjadi landasan kuat untuk perjalanan berikutnya.
Kegemilangan Ichsan dan Manar terus berlanjut di musim kedua, Jumat (30/8/2024). Mereka berhasil mempertahankan tiga gelar domestik, yakni Liga Portugal, Piala Portugal, dan Piala Liga Portugal. Selain itu, mereka juga menambah dua trofi lainnya dari Piala Super Eropa dan Piala Super Portugal.
Namun, sayangnya mimpi Ichsan untuk meraih gelar Liga Champions terhenti di tangan Arsenal. Pada laga final yang berlangsung dramatis, Sporting Lisbon harus takluk lewat adu penalti (5-4) setelah bermain imbang 2-2 dalam waktu normal dan tambahan.
Meskipun demikian, perolehan poin Ichsan meningkat di musim kedua ini dengan total 129 poin, termasuk 15 poin dari penilaian manajemen, lebih baik dibandingkan musim pertama.
Setelah kegagalan di musim kedua, Ichsan tidak mau menyerah begitu saja. Di musim ketiga, Sabtu (31/8/2024), Sporting Lisbon akhirnya berhasil meraih trofi Si Kuping Besar dengan kemenangan dramatis atas Real Madrid di final Liga Champions. Laga yang berlangsung hingga perpanjangan waktu itu diakhiri dengan kemenangan 3-1 untuk Sporting.
Selain trofi Liga Champions, Ichsan juga membawa Sporting meraih gelar juara Liga Portugal dan Piala Liga Portugal untuk tiga musim berturut-turut. Namun, mereka gagal mempertahankan Piala Portugal setelah dikalahkan Estrella lewat adu penalti.
Secara keseluruhan, Ichsan mengumpulkan 128 poin di musim ketiga, dengan sedikit penurunan pada penilaian manajemen yang hanya mengemas 13 poin, turun dua poin dari musim sebelumnya. Namun demikian, prestasi ini cukup untuk menempatkan mereka sebagai salah satu tim terbaik di babak grup.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
