
PP Perbasi mencabut izin pelaksanaan Gunadarma Java International Basketball Tournament (GJIBT) di Gunadarma Sport Center Depok pada 1-7 Juli. (Istimewa)
JawaPos.com–PP Perbasi mencabut izin pelaksanaan Gunadarma Java International Basketball Tournament (GJIBT) di Gunadarma Sport Center Depok pada 1-7 Juli. Sebab, pihak penyelenggara dinilai tidak mematuhi regulasi penyelenggaraan kegiatan.
”Kami memutuskan mencabut izin rekomendasi yang telah dikeluarkan untuk pelaksanaan GJIBT. Karena pihak penyelenggara ternyata memakai wasit tidak berlisensi yang dikeluarkan Perbasi,” jelas Ketua Bidang Legal Etik dan Disiplin PP Perbasi George Fernando Dendeng.
George menjelaskan, dalam surat rekomendasi yang dikeluarkan, PP Perbasi telah merekomendasikan wasit bersertifikasi Perbasi untuk memimpin pertandingan. Rekomendasi wasit diberikan karena PP Perbasi ingin menjaga marwah turnamen. Mengingat, ajang ini level internasional.
”Level kegiatan ini masuk internasional karena dalam pelaksanaannya mengundang klub luar negeri. Karena levelnya yang internasional itu, FIBA pun memantau,” papar George.
George menegaskan, untuk mencegah permasalahan lebih lanjut dari FIBA, pencabutan rekomendasi kegiatan itu dilakukan. Apalagi, klub luar negeri yang ikut dalam kejuaraan tersebut ada yang tidak mengantongi izin dari federasi negara asal.
”Kami mencabut rekomendasi yang telah kami keluarkan karena laporan dari para peserta dan temuan di lapangan oleh tim kami mengenai wasit yang memimpin pertandingan internasional yang tidak memiliki lisensi. Kami berhak mencabut dan menarik kembali seluruh personel dan anggota kami dari turnamen tersebut,” terang George.
George menegaskan, langkah itu bukan bermaksud menghentikan proses pembinaan. Justru saat ini, PP Perbasi getol melakukan pembinaan karena berguna dalam mendukung program regenerasi di timnas Nasional yang sedang berjalan.
”Pencabutan rekomendasi kegiatan lebih karena penegakan pentingnya mematuhi aturan dalam penyelenggraan kegiatan. Terlebih ini levelnya internasional jadi semua harus sesuai regulasi yang telah ditetapkan,” ucap George.
”Bahwa kami tidak pernah menghalangi klub, event organizer, maupun perseorangan membuat event pertandingan bola basket. Mereka hanya perlu mengantongi izin berbentuk rekomendasi dari tingkat kota/Kabupaten, provinsi dan Perbasi pusat sesuai tingkat kejuaraan. Apabila diketahui tidak sesuai dengan yang disepakati maka rekomendasi dapat kami cabut,” tandas George.
GJIBT merupakan turnamen pembinaan bola basket. Tahun ini memasuki volume 3. Ada enam kategori yang dipertandingkan. Kelompok umur U-11 putra, kelompok umur U-12 putra, kelompok umur U-14 putra dan putri. Lalu KU-16 tahun untuk putra dan putri, KU-18 tahun putra dan putri, dan KU-19 hingga 23 tahun putra dan putri. Kepesertaan dari tim dalam dan luar negeri.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
