
Wasit asing diharapkan jadi solusi meningkatkan kualitas, konsistensi, serta kredibilitas perwasitan pada Playoffs IBL 2026. (Istimewa)
JawaPos.com - Kehadiran wasit asing pada fase Playoffs IBL 2026 sempat diharapkan menjadi solusi meningkatkan kualitas, konsistensi, serta kredibilitas perwasitan di kompetisi bola basket tertinggi Indonesia. Namun hingga babak semifinal berlangsung, sejumlah keputusan kontroversial masih menjadi bahan perdebatan.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan wasit asing dalam memperbaiki kualitas officiating di liga. Sorotan terhadap kinerja perangkat pertandingan itu turut dibahas basket enthusiast sekaligus content creator Indonesia, Ilham Patria, dalam konten terbaru Satu Peluit Ubah Game.
Dalam konten tersebut, Ilham menyoroti betapa besar pengaruh satu keputusan wasit terhadap momentum bahkan hasil akhir sebuah pertandingan.
"Satu keputusan wasit bisa mengubah momentum pertandingan, bahkan menentukan hasil akhir laga. Karena itu, kualitas dan konsistensi officiating menjadi aspek yang sangat penting dalam kompetisi profesional," ujar Ilham Patria.
Sejumlah momen kontroversial yang muncul sepanjang semifinal IBL 2026 pun menjadi perhatian publik. Salah satunya terjadi pada Game 1 semifinal antara Satria Muda Pertamina Jakarta melawan Bogor Hornbills.
Dalam laga tersebut, pemain Satria Muda Shandy Ibrahim, dinilai tidak memperoleh ruang pendaratan (landing space) yang memadai saat melakukan percobaan tembakan. Namun, wasit tidak memberikan pelanggaran atas insiden tersebut.
Baca Juga:Jakarta Jadi Tuan Rumah Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026 Agustus Mendatang
Kontroversi lain muncul pada Game 2 semifinal antara Pelita Jaya Jakarta dan Dewa United Banten. Pelatih Dewa United, Augustí Julbe, menerima technical foul pada babak pertama tanpa adanya peringatan sebelumnya. Keputusan itu memicu perdebatan di kalangan penonton maupun pelaku basket nasional.
Selain itu, pada possession terakhir Game 1 semifinal Pelita Jaya kontra Dewa United, terjadi kontak antara Troy Gillenwater dan Perrin Buford yang hingga kini masih menjadi bahan diskusi mengenai interpretasi pelanggaran pada momen krusial pertandingan.
Menurut Ilham, fakta bahwa kontroversi tetap muncul meski liga telah menggunakan wasit asing menunjukkan bahwa persoalan kualitas perwasitan tidak dapat diselesaikan hanya dengan mendatangkan perangkat pertandingan dari luar negeri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022