
Pembalap Pramac Ducati Johann Zarco sedang membuka bingkisan
JawaPos.com - Johann Zarco menjelaskan alasannya memutuskan pindah ke LCR Honda musim depan.
Tak lama setelah MotoGP Austria hari Minggu (20/8) selesai, Zarco secara resmi mengonfirmasi akan meninggalkan Pramac Ducati, tempatnya membalap selama tiga musim terakhir.
Zarco akan menggantikan Alex Rins yang pindah ke Yamaha musim depan. LCR menawarkan kontrak dua tahun dan opsi perpanjangan pada 2026.
Sementara Ducati hanya menawarkan perpanjangan satu tahun dan kemudian turun ke WSBK.
Tapi keputusan itu sekaligus memberikannya tantangan baru. Dengan kepindahan ini, Zarco akan menukar Desmosedici yang memimpin kejuaraan dunia dengan RC213V yang sulit ditunggangi.
Motor yang hanya meraih satu kemenangan dalam dua tahun terakhir.
Namun pembalap berusia 33 tahun ini mengungkapkan, jika tetap bertahan Ducati, ia mungkin tidak akan bertahan di Pramac. Tapi ke Gresini.
Hal ini menunjukkan, Marco Bezzecchi akan tetap berada di VR46 dengan dukungan motor terbaru jatah Zarco.
"Saya telah berpikir selama beberapa minggu tentang hal itu," kata Zarco kepada MotoGP.com. "[Meskipun] meraih hasil yang baik selama tiga tahun bersama tim Pramac, sangat sulit untuk menandatangani kontrak (dengan opsi perpanjangan setahun) lagi sekarang.''
"Ada banyak rider Ducati yang kompetitif, banyak pemain muda.''
"Tawaran dan diskusi dengan Honda serta (Lucio) Cecchinello (pemilik LCR) cukup menarik. Saya mendapat kesempatan untuk memiliki proyek selama dua tahun. Cukup bagus untuk memproyeksikan diri saya sendiri sebagai atlet.''
"Honda itu cerita lain. Bahkan jika ketika mengalami kesulitan sekarang, mereka memiliki kekuatan untuk kembali. Kalau mereka menemukan cara yang tepat untuk pengembangan motor.''
"Jadi saya sangat bangga menjadi bagian dari proses ini dan sangat senang jika saya bisa tampil bagus bersama mereka.''

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
