
Photo
JawaPos.com – Ingatan Tetsuta Nagashima langsung melayang pada mendiang karibnya, Shoya Tomizawa, kala motornya tinggal berjarak beberapa puluh meter dari garis finis Sirkuit Losail, Qatar, pada lap terakhir balapan perdana Moto2 Minggu malam (8/3).
Pembalap Jepang itu mengaku merasakan bahagia luar biasa seperti yang dirasakan Tomizawa saat memenangi balapan yang sama satu dekade lalu.
Momen itu benar-benar mirip. Kala itu Tomizawa dinobatkan sebagai rider pertama Jepang yang sukses memenangi kelas Moto2. Lima bulan berselang, Tomizawa mengalami kecelakaan tragis yang merenggut nyawanya saat membalap di GP San Marino.
Nagashima menyatakan, Tomizawa adalah panutannya dalam dunia balap. Dia selalu mengikuti jejak karir Tomizawa sejak membalap di kelas pocket bike. Nagashima lebih muda dua tahun ketimbang Tomizawa.
Dan setelah 70 grand prix berlalu, rider 27 tahun tersebut akhirnya berhasil menyamai capaian sahabat karibnya itu.
’’Kemenangan ini seperti mimpi. Benar-benar seperti mimpi,’’ ucap Nagashima sebagaimana dilansir Motorsport. Prestasi itu semakin terasa istimewa karena Nagashima start dari posisi ke-14 pada balapan tersebut.
Nagashima direkrut KTM Ajo akhir musim lalu untuk menggantikan Brad Binder yang dipromosikan ke kelas MotoGP membela tim KTM.
Sejatinya, kursi Binder akan diberikan kepada Iker Lecuona. Namun, dia juga ikut dipromosikan ke kelas premium untuk menggantikan Hafiz Syahrin di Tech3-KTM.
Nagashima terjun di Moto2 sejak 2017. Sebelum menjadi kampiun di Lusail musim ini, capaian terbaiknya di kelas intermediate itu adalah finis kelima musim lalu sebanyak dua kali di GP Belanda dan GP Inggris.
Karirnya, perlahan tapi pasti, terus menanjak. Memulai balapan di Moto2 bersama Teluru SAG Team, dia sukses mengumpulkan 14 poin dalam semusim.
Tahun berikutnya, dia pindah ke Honda Team Asia untuk menggantikan Takaaki Nakagami yang mentas ke MotoGP. Bahkan, Nakagami belum pernah meraih kemenangan di Moto2.
Honda Team Asia adalah tim yang kini menaungi rider Indonesia Andi Farid Izdihar dan sebelumnya, Dimas Ekky Pratama. Pada musim tersebut, dia finis di posisi ke-20 klasemen akhir dengan mengemas 27 poin. Tahun lalu dia kembali membela SAG Team dan mengumpulkan 78 poin.
Kini Nagashima juga menyamai rekor Tomizawa sebagai rider Jepang yang mampu memimpin klasemen sementara Moto2. Namun, dia harus menunggu hingga setidaknya 5 April di GP Amerika Serikat untuk membuktikan bahwa kemenangannya di Qatar bukan kebetulan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
