
Veda Ega Pratama tampil impresif. (Dok. Instagram @veda_45)
JawaPos.com - Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, membongkar kunci sukses finis keempat dalam balapan trek basah di Moto3 Prancis 2026. Pembalap muda Indonesia itu mengungkapkan bahwa kuncinya adalah tetap tenang dan tidak tampil agresif.
Veda Ega start dari posisi keenam dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Le Mans, Prancis, Minggu (10/5/2026). Meski start dari baris kedua, pembalap asal Gunungkidul itu sempat mengalami situasi sulit dengan tercecer keluar 10 besar.
Veda Ega mengalami situasi sulit seperti itu karena kondisi sirkuit yang licin. Pembalap Honda Team Asia itu bahkan hampir terjatuh saat menjalani sesi pemanasan, yang membuatnya sempat dibayangi kekhawatiran sebelum memulai balapan.
“Perasaannya sangat bagus, jujur saja. Saat pemanasan saya hampir terjatuh dan sebelum balapan saya sedikit takut karena kondisinya benar-benar sulit, apalagi ini adalah balapan Grand Prix basah pertama saya di Moto3," beber Veda dalam keterangan resmi Honda Team Asia, Senin (11/5/2026).
Meski begitu, Veda Ega sukses menuntaskan balapan dalam kondisi trek basah pertamanya dengan mulus. Padahal ia mengaku target awalnya hanya berusaha mencuri poin dalam balapan, mengingat kondisi trek yang licin
"Jadi sebelum start, target saya hanya finis dan membawa pulang poin untuk tim,” lanjutnya.
Kondisi trek yang basah bahkan membuat beberapa pembalap harus menyudahi balapan lebih awal karena terjatuh. Tapi untungnya, meski sempat tercecer, Veda Ega bisa melewati rintangan tersebut dengan baik.
Ia menjelaskan bahwa kunci keberhasilannya menembus posisi empat besar adalah kesabaran dan kejelian memanfaatkan momentum.
“Di awal balapan saya kehilangan beberapa posisi karena ada momen berbahaya di depan saya. Namun setelah itu saya mulai merasa lebih nyaman lap demi lap. Saya mencoba tetap tenang, tidak terlalu agresif, tetapi juga tidak terlalu berhati-hati, hanya berusaha menemukan ritme yang tepat,” ungkapnya.
“Saya melihat banyak pembalap terjatuh dan saya mencoba memanfaatkan situasi sambil tetap fokus. Pada akhirnya saya mencoba mengejar grup podium, tetapi ban belakang mengalami penurunan performa cukup besar di lap-lap terakhir,” tambah Veda Ega.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
