Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Agustus 2018 | 02.28 WIB

Ini Daftar 'Dosa' Pengadil Indonesia vs UEA

Shaun Evans ternyata memiliki banyak - Image

Shaun Evans ternyata memiliki banyak

JawaPos.com - Timnas U-23 Indonesia gagal melaju ke babak perempat final cabor sepak bola Asian Games 2018. Tim asuhan Luis Milla kalah lewat drama adu penalti dari Uni Emirat Arab (UEA). Terlepas dari itu, kepemimpinan wasit asal Australia, Shaun Robert Evans, memang layak disorot.


Evans memang penuh catatan merah. Sebelum membuat keputusan 'nyeleneh' pada Asian Games 2018, Evans pernah melakukan kesalahan fatal ketika memimpin kompetisi A-League dan Liga 1.


Sebelum membut keputusan konyol pada pertandingan antara Tim Nasional (Timnas) Indonesia dengan UEA, Evans ternyata banjir catatan miring sepanjang karir wasitnya di Australia maupun dunia.


JawaPos.com telah merangkum sejumlah pertandingan yang berlangsung kontroversial karena kepemimpinan Evans. Berikut daftar 'dosa' wasit Shaun Evans:


1. Adelaide United vs Western Sydney Wanderers (14 Oktober 2016)


Tekel brutal diterima gelandang Sergio Cirio pada awal babak pertama. Tekel tersebut membuat Cirio harus ditarik keluar pada menit kesebelas. Sayang wasit Evans hanya memberikan kartu kuning kepada Jack Clisby, bek yang menekel Cirio.


Keputusan itu berbuah protes keras dari bos Adelaide United Greg Griffin. Griffin meminta federasi sepak bola Australia dan FIFA memecat Evans. Sayang, harapan Griffin tak pernah terwujud. Evans tetap memimpin A-League hingga kini.



2. Sydney FC vs Wellington Phoenix (8 April 2017)


Ini adalah kali pertama penggunaan sistem Video Assistant Referee (VAR) di A-League. Sayang pertandingan ternoda oleh ulah Evans sebagai pengadil. Wasit Evans diserbu protes ketika menghadiahkan penalti untuk Sydney FC.


Protes dimulai ketika terjadi handball di kotak penalti Phoenix. Awalnya Evans tak menganggap itu sebagai pelanggaran. Ia pun dihujani protes dari pemain Sydney FC. Pertandingan pun kembali berjalan.


Setengah menit berselang, Evans tiba-tiba menghentikan pertandingan. Ia meniup peluit untuk melihat VAR. Tak berselang lama, ia memberikan hadiah penalti untuk Sydney FC. Kali ini giliran pemain-pemain Phoenix yang protes. Laga ini akhirnya berakhir dengan skor 1-1.



3. Bali United vs Madura United (13 Agustus 2017)


Madura United mempertanyakan kesabsahan gol pertama Bali United yang dicetak oleh Nick Van Der Velden pada menit keenam. Menurut pelatih Gomes de Oliveira, gol Van Der Velden berbau offiside. Sayang wasit Evans tak beranggapan demikian.


"Tiga gol Bali United dari bola mati. Satu dari corner kick dan dua tendangan penalti. Sayang gol pertama sedikit berbau offside. Sebagai wasit asing, dia juga manusia dan dia bisa salah," protes Gomes seusai laga.


4. Persija Jakarta vs Persib Bandung (3 November 2017)

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore