Janice Tjen saat beraksi di SP Open 2025. (Dok. WTA)
JawaPos.com – Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi kembali mengukir sensasi. Janice mengukir sejarah sebagai petenis Indonesia yang sukses menembus semifinal WTA Sao Paulo Open setelah 23 tahun. Itu dia torehkan usai mengalahkan unggulan ketiga asal Filipina Alexandra Eala dengan skor 6-4 dan 6-1, di Parque Villa-Lobos, Brasil, Jumat (12/9). Sebelumnya Angelique Widjaja meraih gelar di Pattaya City 2002.
Sedangkan Aldila, dia sukses menembus babak final ganda putri Guadalajara Open 2025 yang merupakan turnamen WTA Tour seri 500 bersama partnernya Giuliana Olmos. Keduanya berhasil mengalahkan ganda putri Jessie Aney/Quinn Gleason dengan skor 6-3 dan 6-4 di Panamerican Tennis Center, Guadalajara, Meksiko, Sabtu (13/9) dini hari WIB.
"Saya nonton pertandingannya. Seru banget dan bagus permainan keduanya," ujar Irawati Moerid, mantan petenis putri nasioal saat diwawancarai Jawa Pos di sela-sela perhelan Borobudur Open Tournament Championships yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (13/9).
Hadapi Jones di Semifinal
Kemenangan atas Eala juga membuat rekor penampilan Janice di sepanjang 2025 menjadi 62-12. Janice mencatatkan rekor luar biasa 103-15 sejak lulus dari Pepperdine University pada Juni lalu.
"Rasanya masih luar biasa bagi saya. Fokus pada setiap poin, terutama saat melawan Alex Eala, kita semua tahu dia bisa bangkit kapan saja. Saya hanya berusaha untuk fokus dan bertahan sampai akhir," ungkap Janice seperti dilansir dari situs resmi WTA.
Di semifinal Sao Paulo Open 2025, Sabtu (13/9) waktu setempat, Janice akan menantang unggulan keenam asal Inggris, Francesca Jones, yang sukses mengalahkan unggulan kedua Solana Sierra di babak perempat final.
Jones pun menilai Janice bermain sangat baik. Bahkan, dia menyukai gaya main lawan. "Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang seru, kami juga memiliki beberapa kesamaan," ucap Jones mengenai duel melawan Janice.
Prestasi Bisa Terus Melonjak
Janice yang baru berusia 23 tahun, masih punya potensi untuk berkembang. Irawati flashback ke belakang ketika dia masih menjadi petenis. Dia mulai menggebrak ketika meraih 1 perak dan 1 perunggu di Asian Games Beijing. Ketika itu usianya menginjak 21 tahun.
Setahun setelahnya, dia meraih 2 medali emas dan 1 perak pada ajang SEA Games Manila 1991 dan gelar-gelar lain menyusul. "Jadi kalau menurut saya memang setelah 20 itu bisa lebih melesat secara permainan. Yayuk Basuki juga memang di usia 16 sudah dapat medali emas Asian Games, tapi setelah itu kan lebih lagi," katanya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
