Pembalap Ferrari Charles Leclerc (kanan) ditempel Lewis Hamilton pada sesi kualifikasi GP Australia (1/4).
JawaPos.com – Sprint race Formula 1 (F1) musim 2023 bakal dilangsungkan kali pertama di Sirkuit Baku City, Azerbaijan, dua pekan mendatang. Seluruh pembalap akan tampil di sesi sprint race pada Sabtu (29/4) sore. Lalu, berlanjut ke sesi balapan reguler pada Minggu (30/4).
Biasanya pembalap akan lebih dulu menjalani latihan bebas pertama (FP1) dan kualifikasi untuk menentukan start sprint race pada Jumat. Kemudian, mereka mengikuti latihan bebas kedua (FP2) dan sprint race hari Sabtu.
Hasil sprint race itu akan menentukan start balapan reguler Minggu. Format tersebut berlaku sejak sprint race diperkenalkan pada 2021 lalu.
Namun, seperti dilaporkan ESPN dan The Athletic, kini pembuat kebijakan F1 tengah mempertimbangkan untuk mengubah format tersebut. Rencananya, sesi latihan bebas kedua hari Sabtu diganti dengan sesi kualifikasi untuk sprint race.
Sedangkan sesi kualifikasi Jumat akan langsung menentukan start untuk balapan reguler pada Minggu.
Perubahan format itu diusulkan karena selama ini pembalap cenderung berhati-hati saat sprint race. Kesalahan saat sprint race berisiko membuat pembalap tidak mendapat posisi start cukup baik pada balapan reguler Minggu.
Nah, dengan adanya perubahan tersebut, diharapkan pembalap lebih all-out saat sprint race, tanpa khawatir harus kehilangan posisi start untuk balapan. Tim-tim Formula 1 kabarnya telah menyetujui perubahan tersebut.
Salah satunya diungkapkan Fred Vasseur. Bos Ferrari itu menyambut positif. Sebab, selama ini dia menilai sesi latihan bebas kedua berjalan membosankan.
’’Saya bukan penggemar sesi latihan bebas kedua, dan mencoba sesuatu yang lebih dinamis selama akhir pekan adalah keputusan yang bagus,’’ ucapnya seperti dikutip dari ESPN.
Pembalap Mercedes Lewis Hamilton sepakat dengan Fred. ’’Saya terbuka dengan perubahan, untuk menjadikan (Formula 1, Red) lebih inklusif dan menarik bagi para penggemar,’’ kata Hamilton seperti dikutip dari GP Fans.
’’Sejauh ini saya menyukai sprint race, dan saya juga suka jika ada lebih banyak kualifikasi. Itu akan menjadi sangat menyenangkan,’’ imbuh juara dunia tujuh kali itu.
Akan tetapi, tidak semua pembalap menyambut positif. Juara bertahan Max Verstappen menilai sprint race bukanlah bagian dari ’’DNA F1’’. ’’F1 adalah tentang mendapatkan hasil maksimal dari kualifikasi,’’ katanya.
Kini, perubahan format itu masih harus mendapat persetujuan dari Komisi F1, yaitu sebuah badan formal yang mengurus perubahan aturan. Jika mendapat cukup dukungan, aturan itu juga masih harus mendapat ratifikasi dari Dewan Olahraga Motor Dunia FIA sebelum akhirnya bisa diberlakukan di Baku.
Rencana Format Balapan F1

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
