19/3: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjuarai All England 2023. Tapi, sehari kemudian ada kabar duka pemain muda Syabda Perkasa Belawa meninggal dunia akibat kecelakaan maut di tol Pemalang.
Beban merebut medali di Olimpiade tentu tanggung jawab semua cabang olahraga yang meloloskan atlet. Tapi, khusus emas, badminton yang paling diharapkan. Di sepak bola, Indonesia harus realistis di Piala Asia dan Piala Asia U-23. Tapi, untuk Piala AFF, sudah waktunya mengakhiri dahaga panjang.
RIZKY AHMAD FAUZI-TAUFIQ ARDIANSYAH, Jakarta
---
SEANDAINYA Olimpiade 2024 pekan depan, pengamat bulu tangkis Daryadi menilai hasil Indonesia tidak akan beda dengan yang diraih di World Tour Finals pekan lalu. Zonk alias gagal meraup gelar, bahkan tak satu pun personel Cipayung yang lolos ke final.
’’Pemain, pelatih, pengurus harus fokus kalau mau berprestasi. Saya melihat PBSI harus lebih solid lagi,” katanya kepada Jawa Pos.
Selain gelar yang direbut Fajar Alfian/Rian Ardianto di All England dan Malaysia Open Super 1000, tak ada wakil Indonesia lainnya yang berjaya di level teratas. Di Asian Games, bahkan tak satu pun medali direbut.
Dalam Race to Olympics yang berakhir 28 April nanti, hanya di tunggal putra Indonesia menempatkan dua wakil (Jonathan Christie/5 dan Anthony Ginting/6) di daftar lolos otomatis sampai dengan saat ini. Selebihnya satu saja: tunggal putri (Gregoria Mariska Tunjung/8), ganda putra (Fajar Alfian/Rian Adrianto/8), dan ganda putri (Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva/7). Di ganda campuran bahkan belum ada wakil Merah Putih di ’’zona aman”.
9/12: Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia menjuarai Livoli Divisi Utama 2023 dengan mengalahkan TNI-AU di final, gelar kedua mereka setelah menunggu 18 tahun.
Beban merebut medali tentu tak hanya di pundak bulu tangkis. Sejauh ini Indonesia sudah meloloskan lima atlet ke ajang yang bakal dihelat di Paris itu: Arif Dwi Pangestu (panahan), Rifda Irfanalutfi (senam), dan Diananda Choirunisa, Desak Made Rita Kusuma Dewi, serta Rahmad Adi Mulyono dari panjat tebing.
Ada pula Rahmat Erwin Abdullah (81 kg) dan Eko Yuli Irawan (61 atau 67 kg) yang diharapkan lolos di angkat besi. Kepada mereka asa mempertahankan tradisi selalu merebut medali di Olimpiade sejak edisi 1988 disandarkan.
Tapi, khusus emas, memang badminton yang paling dijagokan. Maklum, sejak edisi 1992, hanya di 2012 Merah Putih gagal berkibar di arena badminton.
Basri Yusuf yang tergabung di tim Kelompok Kerja (Pokja) Satuan Tugas (Satgas) PBSI menuju Olimpiade 2024 bidang sports science menuturkan, dalam upaya menuju Olimpiade ada dua tahap. Jangka pendek dan jangka panjang.
19/6: Indonesia beruji coba dengan juara dunia Argentina. Indonesia kalah 0-2 oleh Argentina yang tampil tanpa Lionel Messi.
Saat ini, pihaknya fokus untuk di jangka pendek: meloloskan sebanyak mungkin atlet ke Olimpiade. Terlebih, waktu yang ada sudah semakin singkat karena perhitungan poin bakal ditutup pada 28 April.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
