
Seri pertama Formula 1 di Sirkuit Melbourne, Australia, Minggu (17/3) dimenangkan oleh Valtteri Bottas
JawaPos.com – Era baru balapan Formula 1 bakal dimulai pada musim 2021. Bukan hanya spek mesin yang sedang digodok agar kekuatan tim-tim peserta lebih merata, tapi juga sisi aerodinamika. Yang paling jadi pembahasan adalah kembalinya konsep lama. Yakni, mobil dibuat sangat sederhana untuk meningkatkan peluang saling menyalip hingga 90 persen.
FIA pun mengonfirmasi kembalinya ground effect aerodinamika. Itu adalah konsep lama yang mengurangi efek downforce dari rumitnya desain pada beberapa bagian mobil. Misalnya, sayap depan dan belakang yang sangat sensitif pada fungsi pemecah angin. Selain itu, munculnya kembali lorong Venturi dengan diffuser ganda yang sempat dilarang pada 1983.
’’Kami ingin membuat mobil F1 jadi lebih mudah untuk saling menyusul. Jadi, bakal terjadi lebih banyak duel di lintasan,’’ papar Direktur Teknis Single-seater FIA Nikolas Tombazis, seperti dilansir Motorsport.
Giorgio Piola, ilustrator mobil F1 yang bekerja untuk Motorsport, memprediksi 12 perubahan signifikan untuk mobil versi 2021. Jika gagasan itu terwujud, fans akan bisa menyaksikan tontonan yang lebih seru di setiap lomba. Tak seperti beberapa musim terakhir di mana balapan lebih didominasi pembalap-pembalap dari tim top. Tim yang punya sumber daya manusia dan dana besar untuk mengembangkan mobil secara maksimal.
Photo
Diharapkan, konsep baru tersebut kembali membuka kesempatan buat tim-tim papan bawah dan tengah untuk bersaing meraih podium, bahkan kemenangan. Selain konsep mesin dan teknis mobil, aturan tentang pembatasan anggaran pengembangan mobil bakal diatur. Sejauh ini, tiga tim utama pabrikan Mercedes, Ferrari, dan Red Bull dominan di papan atas.
’’Kami juga ingin menciptakan ban yang memungkinkan pembalap untuk bertarung satu sama lain tanpa khawatir pada degradasi. Jadi, mereka bisa terus saling serang saat balapan,’’ ujar Tombazis, seperti dikutip Motorsport. Persoalan saat ini, ketika dua mobil berjarak beberapa meter, mobil belakang akan kehilangan separo downforce. Itu membuatnya lebih sulit untuk menempel lebih dekat.
Kondisi tersebut praktis membuat ban lebih mudah tergerus. Pembalap akan banyak mengalami slide. Dampaknya, ban lebih cepat aus. Desain baru nanti menawarkan kesempatan bagi mobil di belakang untuk mendapatkan jalur yang lebih bersih. ’’Biasanya pembalap akan kehilangan 50 persen dari downforce untuk mobil di belakangnya. Selanjutnya, akan berkurang 5–10 persen saja,’’ tambah Tombazis.
F1 berharap bisa mencapai kesepakatan dengan tim peserta terkait regulasi baru itu pada 15 September mendatang. Selanjutnya, proses dapat berjalan lebih maju untuk diratifikasi FIA World Motor Sport Council sebelum akhir Oktober.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
