
George Russell, Max Verstappen dan Carlos Sainz. (Instagram @f1)
JawaPos.com – Formula 1 (F1) menunda rencana perubahan regulasi musim 2026, setidaknya hingga setelah Grand Prix Miami pada awal Mei. Menurut The Race, keputusan itu diambil karena belum ada kebutuhan mendesak untuk merevisi aturan baru.
Sebelumnya, FIA dan Formula One Management (FOM) telah menjadwalkan pertemuan dengan para prinsipal tim setelah balapan di Shanghai. Tujuannya, untuk membahas kesan awal terhadap regulasi baru 2026. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari kekhawatiran bahwa mobil generasi baru berpotensi membuat balapan menjadi kurang menarik.
Rencana awalnya, jika dalam dua seri awal di Australia dan Tiongkok regulasi baru menunjukkan masalah, maka F1 bisa mempercepat perubahan aturan pada Grand Prix Jepang akhir Maret ini. Namun, hasil di Shanghai justru menunjukkan gambaran lebih positif.
Seperti dilaporkan The Race, ada tiga faktor utama di balik keputusan menunda revisi. Pertama, dua balapan di Shanghai –sprint dan race utama– menunjukkan pertarungan yang cukup menarik. Karena itu, kekhawatiran soal kualitas tontonan tidak sepenuhnya terbukti.
Faktor kedua adalah perbedaan karakter sirkuit. Melbourne, yang jadi seri pembuka, sangat menuntut manajemen energi. Jadi, belum bisa memberikan gambaran utuh soal performa mobil 2026. Balapan di Jepang akhir bulan ini diharapkan memberi gambaran lebih akurat.
Ketiga, jeda waktu lebih panjang setelah pembatalan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi. Situasi ini memberi ruang bagi tim dan regulator untuk melakukan evaluasi teknis lebih mendalam sebelum memutuskan perubahan.
Meski begitu, kritik keras tetap muncul usai balapan di Shanghai. Pembalap Red Bull, Max Verstappen, jadi yang paling vokal. Menurutnya, duel yang terjadi lebih banyak dipengaruhi penggunaan energi listrik pada mobil ketimbang kemampuan pembalap.
”Ini mengerikan. Jika seseorang menyukai (dampak regulasi baru) ini, maka dia benar-benar tidak tahu seperti apa balapan itu,” ucap Verstappen.
”Tidak menyenangkan sama sekali. Memainkan Mario Kart. Ini bukan balapan,” lanjut juara dunia empat kali F1 yang akhirnya gagal finis di Shanghai karena mengalami masalah mekanis itu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
