Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2015 | 20.48 WIB

Jika Pemain Terbuka, Jakmania Siap `Paksa` Manajemen Lunasi Gaji

Dukungan yang terus diberikan Jakmania untuk tim kebanggaannya - Image

Dukungan yang terus diberikan Jakmania untuk tim kebanggaannya

JawaPos.com - Hingga kini gaji para pemain Persija Jakarta masih mengambang karena pihak klub dalam keadaan vakum dan tidak mendapat pemasukan. 



Ini akibat belum jelasnya kompetisi ataupun turnamen berikutnya. Sebab itu, The Jakmania ingin membantu menjembatani masalah yang sedang menghimpit skuad Macan Kemayoran.



"Saya itu hanya sifatnya membantu mengkomunikasikan kepada manajemen. Tetapi kan kalau saya mau ngomong harus ada fakta dan yuridisialnya," kata Ketua Umum The Jakmania Richard Achmad Supriyanto, Rabu (30/9).



Sebagai suporter setia, ia dan rekan-rekannya hanya ingin memastikan seperti apa posisi pemain setelah tidak lolos ke delapan besar Piala Presiden 2015. Terlebih lagi, tim dipimpin Bambang Pamungkas itu sudah dibubarkan manajemen waktu di Bali. Secara praktis saat ini pemain dalam keadaan menganggur.



Pria 34 tahun tersebut pun mengungkapkan, selama ini ia tidak mengetahui soal angka dan sebagainya terkait tunggakan upah kerja Ismed Sofyan dan kawan-kawan secara detail. Maksudnya rincian nilai kontrak musim lalu dan di turnamen Piala Presiden 2015. 



"Mungkin pemain agak sungkan atau tidak mau membuka. Kan susah dalam pengertian kalau saya misalkan mau bantuin proses komunikasi dengan manajemen. Kan tidak etis juga karena dari pemain tidak memberikan klu atau komentar terkait soal kontrak," tutur Richard.



Padahal, jika pemain mau curhat dan menjelaskan keluh kesahnya, kemungkinan tunggakan gaji bisa segera terselesaikan. Sehingga kondisi abu-abu di dalam tim ibu kota tidak terlalu lama diderita para pemain. Soalnya upah kerja mereka berkaitan langsung dengan keluarga pemain.



"Makanya hitungan saya selama ini tunggakan gaji mereka tetap masih tiga bulan. Soalnya gaji mereka baru bisa dibayar manajemen satu bulan," ucap mantan alumni fakultas teknik Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta.



Memang diketahui, jumlah tunggakan pemain berbeda-beda satu sama lain karena kontraknya per orang. Ada pemain yang dibantu oleh agennya dan ada pula gladiator yang berusaha sendiri menagih haknya. Tapi, ironisnya uang balas jasa tersebut akan diselesaikan apabila ada kompetisi atau turnamen berikutnya.



Artinya jika pertandingan itu baru bisa diadakan pada Februari atau Maret 2016, tentu memberatkan pemain. "Untuk haknya mereka tetap harus dilunas, tetapi dengan proses. Sejauhmananya, kita tidak bisa memperdalam," terang bekas Wakil Ketua Umum The Jakmania.(agn/JPG)

Editor: Andi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore