Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Januari 2025 | 22.06 WIB

Rizal Edwin Manansang, Personel Trio Libels yang Kini Jadi Pejabat di Kemenko Perekonomian

JALANI DUA DUNIA: Edwin Manansang di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta (6/1). Dia kini fokus pada kariernya sebagai staf ahli di Kemenko Perekonomian. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS) - Image

JALANI DUA DUNIA: Edwin Manansang di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta (6/1). Dia kini fokus pada kariernya sebagai staf ahli di Kemenko Perekonomian. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Generasi ’90-an tentu tak asing lagi dengan Edwin Manansang. Pria bernama lengkap Rizal Edwin Manansang itu merupakan salah satu personel Trio Libels. Trio yang beranggota Edwin, Ronnie Sianturi, dan Yanni Rusiana Djunaedi itu dikenal sebagai boyband pertama di tanah air. Nah, kalau dulu Edwin dikenal sebagai artis, kini dia adalah pejabat di lingkungan Kemenko Perekonomian.

Apa kesibukan Mas Edwin sekarang?

Ya seperti biasa. Setiap hari harus ngantor sebagai PNS. Kebetulan saya kantornya ada dua. Di Kemenko Perekonomian. Jabatan definitif saya sebagai staf ahli bidang transformasi digital. Sementara kalau di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai Sekjen Dewan Nasional KEK. Jadi, memang mendapatkan pekerjaan dari Pak Menko Airlangga Hartarto untuk menjabat di dua tempat sekaligus.

Bagaimana kesibukan di bidang entertainment?

Sudah berhenti, soalnya enggak ada waktunya. Tapi, saya masih menjaga hubungan yang sangat baik dengan teman-teman artis, sesekali masih ketemu.

Mas Edwin dulu sekolah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), lalu pada saat yang sama menjadi personel Trio Libels. Boleh diceritakan bagaimana proses itu?

Jadi dulu saat jadi artis itu, memang saya sudah menjadi PNS. Trio Libels dulunya juara I ajang Bintang Radio dan Televisi di tahun 1983. Lalu, enam tahun kami berjuang, akhirnya punya album Gadisku pada 1989. Pada masa itu, tidak mudah untuk trio laki-laki merilis album karena dulu orang lebih senang lagu-lagu yang cenderung mellow. Ternyata, album kami meledak di pasaran, itu kami enggak nyangka.

Mengatur waktu untuk kuliah, kerja, dan manggung bagaimana?

Tahun 1983–1986 itu saya kuliah D-3. Itu belum keluar album. Setelah 1986 saya lulus D-3, harus kerja dulu 2,5 tahun di Kementerian Keuangan. Itu saya harus tes untuk masuk ke tingkat IV. Tes saya lulus, lalu masuk tingkat IV. Dan pada saat itu tahun 1989 album pertama rilis. Bayangkan saja, itu pusing sekali mengatur acara ini itu.

Lalu, bagaimana kesibukan menjalani dua dunia yang sangat berbeda, PNS dan artis?

Nah itu, saya harus jungkir balik. Tiap weekend harus ke luar kota, Jumat sore berangkat, Senin pagi harus masuk kuliah. Kalau enggak disiplin dan nilai saya kurang, bisa drop out. Saya enggak pernah merasakan show itu jalan-jalan atau gimana. Soalnya, saya malah belajar. Kalau perlu, saya mengerjakan PR di pesawat. Setiap manggung itu saya selalu bawa buku sambil belajar. Dulu belum ada laptop, e-mail, handphone, jadi semua PR ya harus ditulis.

Artinya, boleh dibilang Mas Edwin bisa balance dalam menjalankan dua kesibukan itu?

Ya memang usahanya berat, struggling sih. Kalau dibandingkan Ronnie atau Yanni, kayaknya suara saya enggak sebagus mereka. Soalnya, mereka lebih serius. Balance-nya memang dapat, tapi ya setiap orang punya kelebihan dan kekurangan.

Lebih menikmati yang mana, menjadi penyanyi atau pejabat?

Dua-duanya. Kalau diminta memilih juga enggak bisa. Buat saya, bekerja dan memiliki jabatan merupakan sebuah kehormatan. Artinya, saya diberi kepercayaan menjadi abdi negara. Itu juga sudah saya tempuh sejak di STAN. Sekarang saya sudah di tahap eselon I, saya bersyukur apa yang saya rintis selama ini membuahkan hasil yang maksimal.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore