Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Februari 2025 | 03.01 WIB

Liang Wenfeng, dari Investor ke Pelopor AI di Tiongkok

Liang Wenfeng pendiri Deepseek. (nytimes.com) - Image

Liang Wenfeng pendiri Deepseek. (nytimes.com)

JawaPos.com–Di dunia teknologi, ada orang-orang yang hanya membuat satu langkah besar dalam karier mereka. Namun, Liang Wenfeng, pendiri Deepseek, telah melakukan lebih dari itu.

Awalnya, dia dikenal sebagai manajer hedge fund, kemudian beralih ke kecerdasan buatan (AI). Dia berambisi membawa Tiongkok bersaing dengan pemimpin industri AI global. 

Liang lahir di Guangdong, Tiongkok, pada 1980-an, sebagai anak seorang guru. Dia kemudian menempuh pendidikan sarjana dan magister di bidang rekayasa informasi dan komunikasi di Universitas Zhejiang. 

Pada 2015, ia ikut mendirikan High-Flyer, sebuah hedge fund kuantitatif yang menggunakan matematika dan AI untuk mengembangkan strategi investasi. High-Flyer mulai mengadopsi model AI pada 2016 dan secara bertahap menggantikan algoritma pembelajaran mesin tradisional. 

Pada 2021, sebelum pemerintah AS membatasi perdagangan chip ke Tiongkok, Liang telah mulai mengumpulkan ribuan prosesor grafis NVIDIA untuk proyek AI-nya.  

Pendekatan Unik dalam AI

Deepseek mencuri perhatian ketika menjual model AI mereka dengan harga murah, memaksa perusahaan besar Tiongkok menurunkan harga. Namun, Liang menegaskan bahwa tujuan utama mereka bukan sekadar bisnis komersial, melainkan penelitian mendalam untuk mencapai AGI. 

Sebagai pemimpin, Liang memiliki pendekatan berbeda dibandingkan tokoh teknologi lain. Alih-alih hanya mengutamakan kerja keras tanpa henti, ia lebih menekankan eksplorasi intelektual. Bahkan, dia merekrut lulusan sastra untuk membantu menyempurnakan model AI Deepseek. Pendekatan yang jarang ditemui dalam industri teknologi Tiongkok yang sangat kompetitif. 

Tantangan dan Masa Depan

Meskipun Deepseek bukan bagian dari raksasa teknologi seperti Baidu atau Alibaba, sejarah menunjukkan bahwa perusahaan kecil seperti Huawei dan Bytedance juga pernah memulai dari bawah sebelum akhirnya mendominasi industri mereka. 

Liang percaya bahwa inovasi dimulai dari keberanian untuk mencoba hal baru. Ia melihat bahwa saat ChatGPT muncul, banyak perusahaan Tiongkok kurang percaya diri dalam mengejar inovasi AI. Perubahan hanya bisa terjadi jika industri di Tiongkok lebih berani mengambil risiko dan mendukung inovasi dari generasi muda. 

Dengan pendekatan uniknya, Deepseek kini menjadi salah satu pemain utama dalam persaingan AI global, membuktikan bahwa keberanian dan visi jangka panjang bisa membawa perubahan besar dalam industri teknologi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore