
Liang Wenfeng pendiri Deepseek. (nytimes.com)
JawaPos.com–Di dunia teknologi, ada orang-orang yang hanya membuat satu langkah besar dalam karier mereka. Namun, Liang Wenfeng, pendiri Deepseek, telah melakukan lebih dari itu.
Awalnya, dia dikenal sebagai manajer hedge fund, kemudian beralih ke kecerdasan buatan (AI). Dia berambisi membawa Tiongkok bersaing dengan pemimpin industri AI global.
Liang lahir di Guangdong, Tiongkok, pada 1980-an, sebagai anak seorang guru. Dia kemudian menempuh pendidikan sarjana dan magister di bidang rekayasa informasi dan komunikasi di Universitas Zhejiang.
Pada 2015, ia ikut mendirikan High-Flyer, sebuah hedge fund kuantitatif yang menggunakan matematika dan AI untuk mengembangkan strategi investasi. High-Flyer mulai mengadopsi model AI pada 2016 dan secara bertahap menggantikan algoritma pembelajaran mesin tradisional.
Pada 2021, sebelum pemerintah AS membatasi perdagangan chip ke Tiongkok, Liang telah mulai mengumpulkan ribuan prosesor grafis NVIDIA untuk proyek AI-nya.
Pendekatan Unik dalam AI
Deepseek mencuri perhatian ketika menjual model AI mereka dengan harga murah, memaksa perusahaan besar Tiongkok menurunkan harga. Namun, Liang menegaskan bahwa tujuan utama mereka bukan sekadar bisnis komersial, melainkan penelitian mendalam untuk mencapai AGI.
Sebagai pemimpin, Liang memiliki pendekatan berbeda dibandingkan tokoh teknologi lain. Alih-alih hanya mengutamakan kerja keras tanpa henti, ia lebih menekankan eksplorasi intelektual. Bahkan, dia merekrut lulusan sastra untuk membantu menyempurnakan model AI Deepseek. Pendekatan yang jarang ditemui dalam industri teknologi Tiongkok yang sangat kompetitif.
Tantangan dan Masa Depan
Meskipun Deepseek bukan bagian dari raksasa teknologi seperti Baidu atau Alibaba, sejarah menunjukkan bahwa perusahaan kecil seperti Huawei dan Bytedance juga pernah memulai dari bawah sebelum akhirnya mendominasi industri mereka.
Liang percaya bahwa inovasi dimulai dari keberanian untuk mencoba hal baru. Ia melihat bahwa saat ChatGPT muncul, banyak perusahaan Tiongkok kurang percaya diri dalam mengejar inovasi AI. Perubahan hanya bisa terjadi jika industri di Tiongkok lebih berani mengambil risiko dan mendukung inovasi dari generasi muda.
Dengan pendekatan uniknya, Deepseek kini menjadi salah satu pemain utama dalam persaingan AI global, membuktikan bahwa keberanian dan visi jangka panjang bisa membawa perubahan besar dalam industri teknologi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
