
Presiden Persebaya, Azrul Ananda memimpin presscon kemarin (16/8). FOTO: Alfian Rizal/Jawa Pos
JawaPos.com – Kekalahan telak 0-4 dari Arema FC begitu menyakitkan bagi pendukung Persebaya Surabaya. Bonek –begitu sebutan suporter Persebaya– pun menyerukan perubahan di tubuh manajemen tim berjuluk Green Force tersebut. Permintaan itu direspons manajemen klub berjuluk Green Force tersebut. Tak tanggung-tanggung, Presiden Persebaya Azrul Ananda sendirilah yang menjawab tuntutan Bonek. Azrul menegaskan, Persebaya sudah menyiapkan langkah perubahan.
”Ini kami lakukan dengan mengedepankan akal sehat. Bukan dengan letupan emosi. Ada banyak hal yang akan kami perbaiki dan itu kami lakukan dengan cara yang benar. Cara yang logis,” ujar Azrul dalam sesi jumpa pers kemarin siang.
Bapak tiga anak itu menuturkan, perubahan tidak bisa dilakukan secara emosional. Menurut dia, perombakan dengan cara emosional tidak bakal menyelesaikan masalah. Bisa-bisa malah membuat situasi semakin runyam.
Azrul mengakui, kekalahan dari Arema membuat banyak pihak di Persebaya kecewa. Karena itu, dia bisa memahami ketika beberapa jam setelah pertandingan Arema kontra Persebaya, ada begitu banyak Bonek yang melakukan aksi ke kantor manajemen Persebaya.
”Saya mengucapkan terima kasih kepada mereka yang menyampaikan pesan langsung ke kami,” ujarnya. Azrul menjelaskan, tanpa diminta Bonek pun, dirinya dan jajaran sudah pasti melakukan perubahan-perubahan untuk menyongsong putaran kedua Liga 1 musim 2019. ”Ini sebenarnya momen kami melakukan kerja (perubahan) dan kami sudah mulai melakukan ini sejak beberapa pekan lalu. Sudah ada plan A, plan B,” ungkapnya.
Rencana itu terkait perekrutan pelatih pengganti Djadjang Nurdjaman. Ada pelatih yang sudah dibidik. Juga, evaluasi pemain yang mungkin dilepas atau direkrut. Tapi, Azrul menyebut hal tersebut tidak perlu diomongkan ke publik. Sebab, jika itu dibuka jauh hari, bisa jadi ada yang menelikung.
Hal tersebut juga dilakukan untuk menghormati perjuangan para pemain yang ada di skuad Persebaya saat ini. Azrul menambahkan, begitu jendela transfer dibuka mulai Senin (19/8), jajaran manajemen Green Force akan memaksimalkannya.
”Yang jelas, kami sudah menyiapkan ini. Dan itu semua Candra Wahyudi (manajer Persebaya, Red) yang melakukan,” paparnya. Karena itu, Azrul meminta untuk tidak lagi menghakimi Candra. Dia juga meminta suporter agar tidak menyalahkan pemain atau jajaran pelatih. ”Kalau ada yang disalahkan, maka salahkan saya. Tim ini adalah tanggung jawab saya. Tanggung jawab Azrul Ananda,” tegasnya.
Lalu, rencana perubahan apa yang dilakukan manajemen? Tampaknya, perubahan itu terkait komposisi pemain asing. Sebab, sejauh ini performa pemain asing Persebaya belum memuaskan.
Manajer Persebaya Candra Wahyudi tak menampik hal itu. Dia menjelaskan, pihaknya memang terus melakukan evaluasi. Termasuk terhadap performa pemain asing. ”Ya, semua (putaran pertama) kan masih berjalan. Tapi, proses evaluasi kami juga terus jalan,” kata Candra kepada Jawa Pos.
Saat laga Persebaya melawan Arema FC (15/8), Amido Balde satu-satunya pemain asing yang menjadi starter. Damian Lizio dan Manuchekhr Dzhalilov dicadangkan. Tapi, Lizio kemudian masuk menggantikan Rendi Irwan pada menit ke-49.
Sementara itu, Dzhalilov sama sekali tidak diturunkan. Masuknya Lizio pun tidak berbuah positif. Malah, Green Force kebobolan tiga gol tambahan.
Secara statistik, Balde menjadi pemain asing yang paling moncer. Striker 27 tahun itu sudah mencetak lima gol. Namun, statistik Balde tak jauh beda dari Irfan Jaya. Pemain 23 tahun itu juga sudah mengemas lima gol. Padahal, posisinya adalah winger, sedangkan Balde target man.
Dzhalilov malah lebih buruk lagi. Dia baru mengemas satu gol. Padahal, dia sudah turun dalam 12 laga. Statistik Dzhalilov itu bahkan kalah oleh Oktafianus Fernando. Pemain 25 tahun tersebut sudah mengemas dua gol hanya dalam empat laga. Maka, tak heran jika Bejo lebih memilih Oktafianus sebagai starter dalam derbi Jatim. Candra menjelaskan, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan tim pelatih soal siapa pemain yang layak dipertahankan. ”Kalau pelatih nggak puas, ya harus ada yang dilakukan. Kami akan evaluasi, yang kurang apa, nanti diperbaiki,” terangnya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
